suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Empat Tahun Pembangunan GOR Mangkrak, Dikonfirmasi Wartawan, Kades Petisbenem Mencak-mencak

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Foto: Kades Petisbenem, Nur Syahid saat dikonfirmasi wartawan dan GOR yang mangkrak
Foto: Kades Petisbenem, Nur Syahid saat dikonfirmasi wartawan dan GOR yang mangkrak

GRESIK, (suara-publik.com) - Terkait dengan pembangunan GOR (Gedung Olahraga) yang sudah dilaksanakan selama 4 (empat) tahun, periode 2020-2023 masih mangkrak, padahal anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah tak sedikit. Hal ini yang menimbulkan kecurigaan dari beberapa elemen masyarakat.

Pembangunan fasilitas olahraga bagi warga sekitarnya ini sebenarnya dilaksanakan secara bertahap.

Merujuk data alokasi kegiatan OMSPAN Kemenkeu, pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Desa Petisbenem dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu. Pada tahun anggaran 2020, untuk kegiatan pembinaan kemasyarakatan desa, dengan nama kegiatan pekerjaan rehabilitasi/peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olahraga Milik Desa (Pengurukan) dianggarkan sebesar Rp40 juta.

Selanjutnya, pada tahun anggaran 2021, Desa Petisbenem mengalokasikan anggaran rehabilitasi/peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olahraga Milik Desa (GOR Dusun Benem Selatan) lagi sebesar Rp256.532.800.

Kemudian, pada tahun 2022, kembali proyek GOR Petisbenem dilanjutkan lagi, melalui Dana Desa tahap 1 sebesar Rp77.082.400. Pada tahun 2023, kembali lagi dilanjutkan, dengan anggaran dari Dana Desa tahap 1 sebesar Rp150 juta, untuk kegiatan pembangunan GOR Benem Selatan dan anggaran Rp76.228.000 untuk pembangunan GOR Benem Utara.

Pada tahun sama 2023, Dana Desa tahap 2 kembali dikucurkan lagi sebesar Rp150 juta, hanya saja, anggaran tersebut tidak disebutkan untuk proyek GOR yang mana. Pasalnya, ada 2 wilayah pembangunan GOR Benem Utara dan GOR Benem Selatan.

Masih tahun 2023 lalu, Dana Desa tahap 3 dikucurkan lagi. Ironisnya, Desa Petisbenem belum menyampaikan laporan realisasi OMSPAN.

Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Desa Petisbenem, Nur Syahid malah mencak-mencak. Seolah-olah orang nomor 1 (satu) di Desa Petisbenem ini anti kritik.

Seharusnya, sikap seorang pejabat publik figur harus siap menerima kritik, saran dan informasi, agar wilayah yang di pimpin menjadi maju.

Saat disinggung soal pembangunan GOR yang belum selesai, Kades Petisbenem berteriak, seakan-akan merasa tertekan atas pertanyaan dari awak media ini.

Selain itu, dia mengatakan jika dirinya bisa saja melaporkan para wartawan yang memberitakan fiktif.

"Tugas wartawan iku gak onok mengintimidasi kades, menjustifikasi kesalahan kades, bahasa beritakno fiktik kakekmu ngunu, aku isok ngelaporno, aku mantan wong bekasakan nek gak percoyo takok'o wong sak petisbenem, tapi nek sak enak'e dewe, wes ayo, (tugas wartawan itu gak ada mengintimidasi kades, menjustifikasi kesalahan kades, bicara memberitakan fiktif mbahmu itu, saya bisa melaporkan, saya ini mantan orang jalanan, kalau tidak percaya tanya sama warga seluruh petisbenem, kalau seenaknya sendiri, ya sudah ayo)," ancam Kades Petisbenem.

Ditempat yang sama, ada oknum yang diketahui bernama johan terkesan turut campur. Padahal oknum tersebut kapasitasnya sebagai apa. Ia menuturkan, jika Kepala Desa Petisbenem pernah dimintai uang jutaan.

"Maaf saya potong, sudah berulang kali kejadian seperti ini di duduk, dengan tanpa konfirmasi pada kades akhirnya mbleset (gagal), terus terusan seperti itu, terus kalau kepala desa dimintai uang jutaan, terus buat apa, untuk dijadiakan beras," cetusnya.

Saat ditanyakan apakah ada Monev dari pihak kecamatan dan inspektorat? Kades Petisbenem nampak kebakaran jenggot. mengatakan jika gak ada sekarang inspektorat kesini.

"Ini dengan terpaksa saya beritahu anda, sebenarnya saya malas beritahu ini, gak ada hubungannya (pihak Inspektorat)," ucap Kades Petisbenem, Nur Syahid sambil menunjukkan foto.

Tidak itu saja, Kades Nur Syahid juga beberapa kali menunjuk muka salah satu awak media sembari mengatakan jika ucapan awak media keliru.

“Koen tak delok-delok salah terus lek ngomong, tolong ojo diterusno, aku iki bekas wong begasakan, fiktif-fiktuf kakek'ne ta,” kata Kades Nur Syahid sambil terus menuding wajah awak media. (Imam)

 

Editor :