suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Eks Karyawan PT Jasa Marga Tipu Korban, Modus Bisa Masukkan Kerja, Adimas Pradana Dituntut 18 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Adimas Pradana Dewantara, sidang dipimpin Ketua MH, Djuanto dalam agenda sidang tuntutan JPU, di PN Surabaya secara VCall, Senin, (13/05/2024)
Foto: Terdakwa Adimas Pradana Dewantara, sidang dipimpin Ketua MH, Djuanto dalam agenda sidang tuntutan JPU, di PN Surabaya secara VCall, Senin, (13/05/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, modus memasukan kerja hanya fiktif di PT.Jasa Marga Tol Road Operator, patokan harga Rp50 juta, di bagian pintu tol seluruh Jatim, beberapa korbannya diminta uang DP nilai berbeda-beda, dengan Terdakwa Adimas Pradana Dewantara bin Andi Sudjadi, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Djuanto, di Ruang Tirta 2 PN Surabaya secara Vidio Call, Senin, (13/05/2024).

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Samsu Jusnan Efendi Banu dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Adimas Pradana Dewantara, terbukti bersalah malakulan tindak pidana penipuan.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP sebagaimana dalam Surat Dakwaan Pertama.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adimas Pradana Dewantara bin Andi Sudjadi, dengan Pidana Penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti berupa, 1 (satu) lembar kwitansi penyerahan uang Rp5.000.000, tertanggal 01 Desember 2022 untuk pembayaran pendaftaran kerja di PT. Jasamarga, 1 (satu) lembar bukti slip transfer Bank BCA Rp3.000.000, 1 (satu) lembar rekening koran Bank BCA, tertanggal 19 Mei 2023, 1 (satu) lembar surat pernyataan perjanjian yang menerangkan pembayaran Rp13.000.000, untuk masuk menjadi karyawan PT. Jasa Marga, 1 (satu) lembar surat pembatalan training dan test yang akan digantikan dengan PKL, 1 (satu) lembar surat kegiatan test dan training karyawan PT. Jasa Marga, 1 (satu) surat berita acara kesepakatan angkutan rombongan dan 1 (satu) lembar daftar nama peserta yang diberikan oleh Adimas Pradana Dewantara kepada korban/pelapor. Dikembalikan kepada Saksi Dendi Tri Jayanto.

Sidang dilanjutkan pada Senin, 20 Mei 2024, dengan agenda putusan hakim.

Diketahui, ketika Pungky Djati Birowo (masih Buronan Polisi) adalah Karyawan PT. Jasa Marga, memberi tahu Terdakwa Adimas Pradana Dewandara, bahwa PT.Jasa Marga Road Operator (anak perusahaan Jasa Marga) membuka lowongan pekerjaan operator gerbang tol di area Jatim.

Sehingga terdakwa memposting di akun media sosial lowongan pekerjaan tersebut, maka banyak yang tertarik melamar, terdakwa meminta uang Rp50 juta, terdakwa menjanjikan dengan uang tersebut, pelamar dipastikan akan diterima bekerja sebagai karyawan pada PT.Jasa Marga Tol Road Operator.

Selanjutnya saksi Dendi Tri Jayanto tertarik memasukan anaknya saksi Ikhwan Septiono bekerja,saksi Dendi menanyakan lowongan tersebut kepada Terdakwa di tahun 2022. Terjadi kesepakatan, Kemudian terdakwa hari Kamis 01 Desember 2022,jam 20:00 wib, datang ke rumah Saksi Dendi Tri Jayanto, Jalan Gemol Kali 48, Kelurahan Jajartunggal, Wiyung Surabaya.

Terdakwa akan mengusahakan Saksi Ikhwan Septiono bekerja dengan biaya masuk Rp.50 juta uang muka dibayar Rp 13 juta, sisanya dibayar system potong gaji setelah saksi Ikhwan bekerja.Terdakwa menjanjikan bisa bekerja bulan Mei 2023.

Saksi Dendi Tri Jayanto menyerahkan uang tunai Rp. 5.000.000,- , sisanya 8 juta dikirim ke terdakwa cara transfer rekening BNI milik terdakwa. Setelah menerima uang dari Saksi Dendi, terdakwa tidak memenuhi janji. Ketika bulan Mei 2023, Saksi Ikhwan Septiono tidak kunjung dipanggil bekerja. Saksi Dendi mendatangi kantor PT. Jasa Marga menanyakan terkait penerimaan pegawai baru. Dikatakan, bahwa tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, diperoleh keterangan juga kalau terdakwa tidak bekerja lagi di PT. Jasa Marga Tol Road Operator sejak April 2023.

Saksi Dendi menghubungi Terdakwa untuk mengembalikan uang Rp 13 juta, terdakwa beralasan uang tersebut telah diserahkan kepada Pungki Djati Birowo. Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Dendi Tri Jayanto mengalami kerugian materiil Rp13.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper