suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kulakan Sabu 10 Gram Seharga Rp10,5 Juta, Beli dari Ambon DPO, Oni Heri Darmawan Dihukum 6 Tahun Bui, Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Oni Heri Darmawan dan 2 (dua saksi polisi), Saksi Darus Syah dan Saksi Leynisstyawan, agenda sidang putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Oni Heri Darmawan dan 2 (dua saksi polisi), Saksi Darus Syah dan Saksi Leynisstyawan, agenda sidang putusan hakim di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, seberat 10 Gram, yang dibeli dari Ambon (buronan) dengan harga Rp10,5 juta, diranjau di sekitaran Masjid Agung, Jalan Masjid Al-Akbar, Pagesangan, Jambangan, Surabaya, dibagi menjadi 10 poket, dijual lagi, dengan Terdakwa Oni Heri Darmawan bin Alm.Kusdarto (32), di Ruang Sari 3 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim,  Toniwidjaya, mengadili, menyatakan,  Terdakwa Oni Heri Darmawan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana  tanpa hak atau melawan hukum menjual dan membeli narkotika golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika."

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa, dengan pidana penjara 6 tahun dan denda Rp1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalanani Terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan.

Menetapkan barang bukti, uang tunai Rp500.000, dirampas negara.
1 (satu) kotak hitam Toolbox berisi, 1 (satu) kantong plastik berisi sabu berat netto 2,398 Gram, 1 (satu) kantong plastik berisi sabu berat netto 1,032 Gram, berisi sabu berat netto 0,710 Gram, 0,407 Gram, 0,734 Gram, 0,184 gram, 0,034 Gram dan 
berat 5,499 Gram, 1 (satu) bendel klip plastik, 1 (satu) buah sekrop dari sedotan plastik, 1 (satu) timbangan elektrik silver dan 1 (satu) Handphone merk VIVO Y15s, dirampas untuk dimusnakan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Estik Dilla Rahmawati dari Kejari Tanjung Perak, dengan pidana penjara selama 9 tahun, denda Rp1 Miliar, Subsider 1 tahun penjara.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan 2 (dua) saksi penangkap anggota Polisi, Saksi Darus Syah dan Saksi Leynisstyawan, menerangkan, "Awalnya mendapat informasi masyarakat, di Jalan Asemrowo Baru terdapat jual beli sabu, Terdakwa kami tangkap Sabtu 20 Januari 2024, ditemukan dikamarnya 7 poket sabu, uang Rp500 ribu," terang saksi.

"terdakwa membeli sabu dari Ambon (DPO) 10 Gram harga Rp10,5 juta, yang sudah terjual 3 poket berat 1 Gram masing-masing dan mendapat untung Rp1 juta," tambah saksi.

Terhadap keterangan saksi polisi, Terdakwa Oni Heri Darmawan yang didampingi Penasehat Hukumnya,  Roni Bahmari, membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Diketahui, Selasa, 16 Januari 2024 terdakwa Oni Heri Darmawan bin Alm.Kusdarto, menghubungi Ambon (DPO), untuk.memesan sabu berat 10 Gram harga Rp10,5 juta, yang terdakwa sendiri, pembayaran dilakukan transfer rekening BCA an. Suci Ana, perintah Ambon.

Barang sabu diranjau disamping sekitar Masjid Agung di Jalan Masjid Al-Akbar Timur, Pagesangan,  Jambangan, Surabaya, terdakwa bergegas pergi mengambilnya, barang sabu tersebut berada dalam tong sampah terbungkus bekas bungkus deterjen. Setelah mengambilnya, terdakwa pulang ke rumah Jalan Asemrowo Baru No.4 RT 001, RW 003, Asemrowo, Surabaya.

Terdakwa membagi sabu 10 Gram, menjadi 10/poket, yang akan dijual ke pelanggan harga Rp200 ribu hingga harga Rp1.150.000 sesuai pesanan. Terdakwa mendapat keuntungan Rp1 juta.

Terdakwa berhasil menyerahkan sabu kepada pelanggan, diantaranya:
Selasa, 16 Januari 2024 kepada Pocong (DPO) 1 Gram dengan harga Rp1.150.000, Rabu, 17 Januari 2024, kepada pelanggan yang tak dikenal, 1 (satu) poket sabu dengan harga Rp1.150.000 dan Jumat, 19 Januari 2024, kepada pelanggan yang tak dikenal, 1 (satu) poket sabu harga Rp1.150.000.

Selanjutnya, Sabtu 20 Januari 2024 jam 06.00 wib, Saksi Darus Syah dan Saksi Leynisstyawan, sebelumnya mendapat informasi masyarakat, melakukan penangkapan terhadap Oni Heri Darmawan dirumahnya Jalan
Asemrowo Baru No 4.

Dilakukan penggeledahan didapat kotak hitam Toolbox di dalamnya berisikan 7 klip plastik berisi sabu narkotika jenis sabu, 1 buah sekrop dari sedotan plastik, 1 timbangan elektrik dibelakang pintu, dan uang Rp500.000, 1 unit handphone merek Vivo Y15s biru di dalam kamar terdakwa. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper