suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ngaku Dukun Bisa Datangkan Maling, Gasak Laptop dan Uang Korban, Fauzia Bihina Dituntut 18 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Fauzia Bihina alias Fitriyah (atas), menjalani sidang agenda tuntutan JPU di PN Surabaya secara Vcall, Selasa (11/6/2024)
Foto: Terdakwa Fauzia Bihina alias Fitriyah (atas), menjalani sidang agenda tuntutan JPU di PN Surabaya secara Vcall, Selasa (11/6/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, saat berkenalan dengan korbannya mengaku sebagai paranormal atau dukun, dapat menjauhkan mantan suami korban karena hendak menikah lagi, berhasil gasak laptop dan uang, dapat menemukan pencuri HP milik korban lainnya, berhasil gasak uang, hingga kedua korban merugi.

Dengan Terdakwa Fauzia Bihina alias Fitriyah binti H.Gafar Moch.Bihina (alm), dipimpin Ketua Majelis Hakim,  Suswanti, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call, Senin (11/6/2024).

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Neldy Denny, dari Kejari Surabaya, menyatakan,  bahwa Terdakwa Fauzia Bihina alias Fitriyah, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik memakai nama palsu, keadaan palsu, dengan baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai dengan Pasal 378 KUHP", Dakwaan Kesatu Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan".

Menetapkan barang bukti, 1 (satu) dompet bermotif bertuliskan gadjah, 1 (satu) nota pembelian laptop samsung, 1 (satu) nota cincin, 1 (satu) dos book realme C53, dirampas untuk dimusnahkan.
Uang tunai Rp40.000, dirampas untuk negara.

Sebelumnya, Terdakwa Fauzia telah pernah dihukum, dengan perkara yang sama penipuan, baru saja keluar penjara dengan hukuman 1 tahun 6 bulan.

Diketahui, Senin, 21 Januari 2024,  saat Terdakwa Fauzia Bihina alias Fitriyah sedang menjaga cucu yang sakit di kamar Dahlia 4 R.S Tk III Brawijaya, Jalan Kesatriyan 17, Kelurahan Sawunggaling,  Kecamatan Wonokromo Surabaya. Terdakwa berkenalan dengan Saksi Korban Andhika Puspitasari bersama Saksi Merry Marina, yang sedang membesuk anak Saksi Merry Marina yang sedang sakit.

Terdakwa mengaku sebagai orang pintar/peramal/dukun, Saksi Korban Andhika Puspitasari meminta tolong untuk menjauhkan mantan suaminya yang sering meneror. Karena mengetahui Saksi Korban Andhika hendak menikah lagi, terdakwa menyetujuinya.

Selasa, 23 Januari 2024, terdakwa dijemput oleh Saksi Andhika di depan Rumah Sakit Tk III Brawijaya, untuk di bawa ke Rumahnya Jalan Gunungsari Surabaya. Sampai di rumah, terdakwa menyuruh membeli bunga kembang 5, untuk memandikan Saksi Andhika, di jauhkan dari mantan suaminya.

Setelah selesai terdakwa melihat 1  tas hitam dan bertanya kalau tas tersebut isinya laptop, saksi korban membenarkan. Terdakwa mengatakan, akan membawa laptop tersebut dipakai untuk memantau rumah saksi korban, jika ada hal-hal negatif, berjanji dikembalikan keesokan harinya di rumah sakit.

Selanjutnya terdakwa meminta uang Rp400.000, alasan membeli cincin emas digunakan saksi korban menangkal hal negatif. Karena percaya lalu memberikan uang tersebut.

Pada Rabu, 24 Januari 2024, Saksi Korban Merry Marina menghubungi terdakwa perihal 2 Handphone miliknya hilang di rumah sakit. Terdakwa datang ke rumah sakit, dengan modus bisa membantu temukan Handphone, dengan syarat meminta cincin emas serta uang Rp1.580.000, saksi korban kembali menyetujuinya.

Terdakwa berpamitan pulang, mengatakan akan kembali lagi ke rumah sakit pada sore hari, dengan memakai baju Adat Dayak agar bisa mendatangkan maling Handphone milik Saksi korban Merry Marina.  Namun, saat pulang terdakwa tidak kembali.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Merry Marina mengalami kerugian Rp5.770.500 dan Saksi Andhika Puspitasari mengalami kerugian Rp3.900.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper