suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kepala Toko Apollo Gadget Store Gelapkan 80 HP Senilai Rp286 Juta, Joize Marchelina Dituntut 2 Tahun Bui

Foto: Terdakwa Joize Marchelina (kiri) dan tiga orang saksi (kanan), agenda sidang tuntutan JPU di PN Surabaya, secara Vcall
Foto: Terdakwa Joize Marchelina (kiri) dan tiga orang saksi (kanan), agenda sidang tuntutan JPU di PN Surabaya, secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penggelapan 80 unit HP, senilai Rp286 Juta, yang terdapat di Toko Apollo Gadget Store, Jalan Kapas Krampung 124-B Surabaya, dilakukan oleh karyawan dalam sendiri. Dengan Terdakwa Joize Marchelina, dipimpin Ketua Majelis Hakim Djoenaidie, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siska Christina dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Joize Marchelina, terbukti bersalah melakukan tindak pidana Penggelapan dalam Jabatan. 

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Pasal 374 KUHP"

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Joize Marchelina,dengan pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan"

Menetapkan barang bukti, HP OPPO A-18, 3 unit beserta dos book bersegel, HP OPPO A-58, 1 unit beserta dos book bersegel, HP OPPO A-78, 1 unit beserta dos book bersegel. Dikembalikan kepada Saksi Irwan Harianto. Barang bukti lainnya, sebagai pembuktian dipersidangan, tetap terlampir dalam berkas perkara.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan tiga saksi, yakni, Calvin pemilik toko, Nico Stenly Yoshua dan Arenal sebagai karyawan toko.

Calvin mengatakan "Terdakwa sebagai kepala toko, adanya penggelapan barang handphone yang keluar dari gudang, namun tidak ada nota penjualan, uang tidak disetorkan ke kasir atau toko, HP yang diambil 80 unit berbagai merk, berkurangnya stok, uang tidak masuk sekitar Rp280 Juta," terang saksi.

"Kapan tahunya barang di toko stok berkurang," tanya hakim. "Saat tim kantor sedang stok online, terdapat kejanggalan kurang stok, sekitar 280 juta, lalu kita audit, benar adanya, awalnya kita tanyakan ke Terdakwa Joize dulu lalu merambat ke temannya Brenda," terangnya.

"Bagaimana cara mengambilnya dan menjualnya," tanya hakim Lagi.

"Dilakukan penjualan secara COD, dijual ke toko ponsel Sidoarjo."

Saksi Nico Stenly mengatakan, "Kami lakukan audit pengeluaran barang, tapi gak ada fisik HP nya,memang belum dibuatkan nota, dijual tanpa sepengetahuan kantor," katanya.

Saksi Arenal mengatakan, "Saya mengenal Joize, sebagai kepala toko tempat saya bekerja, kalau melihat Joize ambil HP tapi tidak membayar, saya belum pernah melihat," jelasnya singkat.

Diketahui, Terdakwa Joize Marchelina bekerja di Apollo Gadget Store, usaha penjualan Gadget di Jalan Kapas Krampung 124-B Surabaya, sejak 15 Agustus 2022 sebagai Kepala Toko Store Manager, dengan gaji Rp3.750.000/bulan.

Dengan tugas melakukan penjualan, membuat nota, menerima pembayaran dari pelanggan, menyetorkan langsung ke teller jika pembayaran tunai, jika pembayaran secara transfer melalui rekening perusahaan atau pemilik toko, melakukan stok opname seminggu sekali, memonitor penjualan masing-masing merk.

Sekitar bulan November 2023,
terdakwa telah menjual 30 unit handphone merk Oppo, Vivo, Samsung dan Realme, total harga Rp100.000.000. Namun terdakwa tidak membuatkan nota print pengeluaran barang dan uang tidak disetorkan ke kasir apollo gadget store.

Pada 4 Januari 2024, Saksi Irwan Harianto, Direktur PT. Apollo Mandiri Sejahtera meminta Saksi Nico Stenly Yoshua, S.Ei dan Saksi Kharisma Choirun Nissa untuk melakukan audit. Sebab, sejak 4 Desember 2023,  terdakwa tidak masuk kerja tanpa keterangan. Selain itu, juga ditemukan 78 unit handphone telah keluar dari gudang namun tidak ada nota dan uang pembayaran dengan total Rp270.922.000 tidak disetorkan ke apollo gadget store. Terdapat nota penjualan 3 unit handphone Rp7.877.00 uang tidak disetorkan dan 3 unit handphone terjual kurang setor Rp400.000 kepada apollo gadget store.

Terdakwa mengakui uang yang tidak disetorkan kepada apollo gadget store digunakan untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan Terdakwa Joize Marchelina, apollo gadget store mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp286.199.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper