suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Apes, Terjatuh Saat Jambret Tas, Puji Haryanto Diamankan Aparat Polsek Tegalsari.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Petualangan duo jambret Puji Hariyanto, 30, dan Imam Wahyudi, 31 berakhir. Mereka berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Tegalsari setelah beraksi di 5 TKP berbeda. Lebih dari puluhan perempuan yang menggunakan tas jinjing jadi korbannya. Satu pelaku terpaksa ditembak bagian kaki karena berusaha kabur saat penangkapan. 

Penangkapan itu berawal dari gagalnya aksi jambret yang dilakukan Puji dan Imam di jalan Tegalsari. Tepatnya di depan Mie Jogja pada minggu (28/8) malam lalu. Saat itu, duo jambret itu sudah mengincar tas merek Gucci milik Rizki Rahma Kusumadewi.

Korban sendiri saat itu sedang berdiri di pinggir jalan. Sasaran yang pas bagi keduanya. Tanpa membuang waktu, Puji yang bertugas sebagai joki langsung memacu motor Yamaha Jupiter miliknya. Dia langsung memepet korbannya. Iman yang berada di belakang juga bersiap menarik tas milik Rizki itu.

Rizki yang sadar tasnya ditarik melawan. Dengan cekatan, dia menarik dengan keras tas yang sudah dipegang Iman. Hasilnya, motor yang dikendarai Puji oleng. Bruak! Motor itu menabrak mobil dan kedua pelaku pun terjatuh.

Warga yang melihat kejadian itu naik pitam. Puji yang kegencet motornya sendiri jadi bulan-bulanan bogem mentah warga. Imam sendiri berhasil lari saat itu.

Beruntung, lokasi kejadian yang berdekatan dengan Polsek Tegalsari membuat polisi langsung datang. Puji langsung diamankan ke Mapolsek sebelum tewas dihajar warga yang marah. ''Langsung kami amankan ke Mapolsek. Diinterogasi ternyata masih ada pelaku lain yang lolos,'' terang Kapolsek Tegalsari, Kompol Noerijanto.

Nah, Puji buka suara tentang lokasi persembunyian rekannya itu. Polisi bergegas menghadang Imam di kos-kosannya daerah Pepelegi, Sidoarjo. ''Kami cegat, ternyata dia belum datang. Anak buah saya sembunyi di dekat kos-kosannya itu,'' imbuhnya.

Nah, baru sekitar dua jam Imam terlihat masuk ke tempat tinggalnya itu. Langsung saja polisi menggrebek dan menangkapnya. Karena melawan polisi, timah panas terpaksa ditembakkan di kaki Imam saat itu. Dari pengakuan tersangka, mereka hanya mengincar korban perempuan yang kerap menggunakan tas jinjing. Sehari, penghasilannya total bisa mencapai Rp 1 juta rupiah dalam sehari. ''Itu bisa dari 2-3 korban mas, tergantung barang yang ada di tasnya,'' terang Puji.

Untuk menghilangkan jejak, biasanya tas milik korbannya dibuang di sungai sekitaran Jembatan Merah. Puji mengaku ada puluhan tas yang sudah dibuang. ''Tidak peduli tas mahal atau bukan, pokoknya harus dibuang. Biar tidak terlacak polisi,'' ucapnya.(TOM)

 

Editor :