SURABAYA - SUARA PUBLIK. PU Bina Marga dan Pematusan Surabaya harus memantau kawasan Balong Sari dan sekitarnya. Sebab kawasan tersebut jadi langganan banjir bila musim hujan tiba. Bila tidak segera dilakukan rekayasa pematusan dikawasan tersebut. Maka banjir selamanya tidak akan teratasi.
Senin (26/9) sore tadi, banjir melanda Balongsari dengan ketinggian air
mencapai hingga 50 CM. Banjir ini dimanfaatkan oleh anak anak sepulang sekolah
mencari uang dengan cara mendorong kendaraan roda dua yang mogok. Tentu hal
ini tidak mendidik anak-anak yang seharusnya langsung pulang dan belajar.
Akibat banjir ini, banyak kendaraan roda dua yang mencoba menerobos terjebak
dan mogok. Kawasan Balongsari yang sudah menjadi langganan bajir jika setiap
kali turun hujan. Mirisnya hal ini dimanfaatkan oleh anak-anak sepulang sekolah
mencari uang jajan tambahan. Untuk mendapatkan uang, anak-anak ini mendorong
jika ada kendaraan yang mogok.
Seperti yang dilakukan rizal dan kawan-kawan, jika banjir dirinya merasa
senang, dapat mengumpulkan uang hingga 100 ribu rupiah tiap kali banjir dan
dibagi dengan teman-temanya. “Senang jika banjir, soalnya bisa dapat uang jika
mendorong mobil mogok pak,” kata Rizal.
“pemerintah harus mencari solusi agar bisa mengatasi banjir dikawasan ini. Bila tidak banyak anak yang tidak naik kelas karena mencari uang saat banjir dan lupa akan belajar” papar seorang Guru Sekolah Swasta yang tidak mau disebut namanya.
Tak hanya di Jalan Balongsari, di perkampungan Balongsari Tengah akibat sungai yang tak mampu menampung ketinggian air, air meluber kejalanan dan hampir masuk kerumah warga.(TOM)
Editor : Pak RW