suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar Melakukan Pemeriksaan Bahan Pangan Dan Produk Pangan

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Blitar Suara-Publik. Dinas Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Blitar telah melaksanakan kegiatan rutin berupa pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan produk pangan asal hewan tahun 2017 di Kecamatan Srengat, Wonodadi dan Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar beberapa hari yang lalu.

Adapun kegiatan ini salah satunya adalah pemeriksaan laboratorium terhadap sampel bahan pangan asal hewan berupa telur, daging ayam, daging sapi, susu sapi dan bakso dengan tujuan penyediaan bahan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Sehingga masyarakat merasa aman saat mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal.

Demikian juga para pelaku usaha penyedia bahan pangan asal hewan dan pangan asal hewan bisa berkembang dan berdaya saing juga meningkatkan ekonomi masyarakat sesuai dengan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Blitar.

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh. Yuda Satya Wardhana saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan “kami memiliki kegiatan rutin pengambilan sampel bahan pangan asal hewan berupa daging, telur dan susu dan juga yang berupa makanan. Kita mengambil sampel bakso untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan terjadinya pemalsuan dari daging babi, kita juga mengambil telur untuk pemeriksaan Salmonella dan residu antibiotik. Telur jangan sampai ada bakterinya. Sampel daging ayam dan sampel daging sapi juga dilakukan pemeriksaan antibakteri melalui uji TPC, sampel susu sapi untuk dilakukan pemeriksaan residu antibiotik.

Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar terus melakukan kegiatan ini untuk memantau dan melindungi masyarakat sehingga didapatkan produk yang yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Selain itu kita juga mengingatkan kepada peternak jangan sekali-sekali memberikan antibiotik pada waktu akan panen dan harus menggunakan antibiotik dengan dosis-dosis yang normal entah itu telur ataupun daging harus sesuai dengan takaran”, ungkapnya.

Disisi lain drh. Yuda Satya Wardhana menambahkan, “di Kabupaten Blitar belum pernah ditemukan bakso bermasalah, namun kami tetap memantau dan melindungi karena masyarakat menyukai bakso, dan alhamdulillah selama ini semua berjalan lancar kita akan tetap melakukan kegiatan ini secara rutin. Supaya masyarakat mengkonsumsi dari hasil peternakan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH)” pungkasnya. (HER)

Editor :