suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Harga Singkong Anjlok, Petani Harus Bertemu Dengan Pengusaha Tape

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik - Anjloknya harga singkong dipasaran membuat sejumlah petani harus putar otak untuk mencari pemasaran. Pasalnya harga singkong berada  dikisaran Rp130 pekilogram.

          Seperti yang diungkapkan petani singkong asal Bondowoso Mulyadi. Meski harga singkong saat ini berada diharga terpuruk. Namun, mengaku tidak jera untuk menanam singkong di lahan miliknya, seluas 2 hektar. Menurutnya, tanaman singkong membutuhkan modal yang lebih sedikit dibandingkan tanaman lainnya seperti tembakau dan tebu.

“Bukan hanya saya saja yang mengalami kerugian, tapi petani singkong lainnya juga banyak yang masih tanam singkong. Kalau kita tidak tanam singkong, kasihan pengusaha tape yang memang menggantungkan singkong kepada kita,” katanya.

Meski mengalami kerugian petani singkong tetap berharap pemerintah hadir untuk membantu petani singkong agar tidak terus menerus merugi.

“Dua tahun terakhir ini harga singkong anjlok, di tingkat petani singkong hanya dihargai 13 ribu perkwintalnya,  modal kita gak kembali malah rugi,” ujarnya.    

Melihat kondisi petani singkong yang terus merugi, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, dalam waktu dekat akan mempertemukan petani singkong dengan pengusaha Tape yang ada di Bondowoso.

Asisten Perkonomian Pembangunan Pemkab Bondowoso, M.Ervan, menyatakan, bahwa langkah ini diambil untuk menyikapi murahnya harga singkong di tingkat petani, yang membuat petani merugi.

“Kedua belah pihak, antara petani dan pengusaha tae harus kita pertemukan untuk membuat sebuah komitmen dan kespakatan,” kata M. Ervan saat dikonfirmasi Wartawan, Sabtu (6/5/2017).

Menurutnya, komitmen yang harus dibangun oleh ke dua belah pihak adalah soal harga. Sebab, bagaimanapun antara petani dan pengusaha tape sama-sama menginginkan keuntungan. Sehingga Pemerintah berinisiatif agar salah satu pihak tidak boleh dirugikan.

“Petani singkong dan pengusaha tape ini sama-sama saling membutuhkan, jadi wajar kalau keduanya membuat kesepakatan agar tidak ada yang saling dirugikan,” ujarnya.

Ditegaskan, tanaman singkong tidak hanya memiliki nilai ekonomi semata, namun juga bagian dari budaya. Karena sebagian besar petani yang berada di daerah kering menjadikan Singkong sebagai komoditas andalan untuk menambah penghasilan mereka. Apalagi, Icon Bondowoso adalah Kota Tape.

“Kita berharap kepada petani jangan sampai jera menanam singkong, karena singkong ini merupakan bahan dasar tape dan merupakan salah satu produk unggulan kita, bahkan sejak dulu Bondowoso, dikenal sebagai kota Tape,” imbuhnya.(her)

 

Editor :