suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dishub Akan Segera Tindak Bus Nakal dan Tidak Layak Operasi.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Salah Satu Contoh Uji KIR Yang Mati
Foto: Salah Satu Contoh Uji KIR Yang Mati

Surabaya, Suara-Publik. Maraknya pelanggaran angkutan mudik lebaran yang merugikan masyarakat mendapat tanggapan dari pengamat Transportasi. Seperti yang diberitakan sebelumnya http://www.suara-publik.com/detailpost/bus-patas-6-banyak-yang-tidak-layak-operasi-tarif-nya-juga-salahi-prosedur. dan http://www.suara-publik.com/detailpost/ngawur-kondektur-bus-surabaya-jombang-paksa-penumpang-bayar-rp-100-000. Bahkan masi banyak lagi yang mengeluh, seperti halnya Desi Rahayu mengatakan, saya dari Surabaya ke Jombang kemarin naik patas, biasanya 37 ribu di tarik perorang 75 ribu tapi di karcis di coret ponorogo, papar Desi.

Kusworo, mantan penasehat berbagai Paguyuban sopir taksi, menyayangkan hal itu. "dari dulu hingga saat ini masih saja ada oknum yang betindak ngawur menarik tarif diatas ketentuan dari pemerintah. Tentu saja hal ini harus ditindak tegas oleh aparat terkait. Masalah Uji KIR itu sangat penting dan harus ditindak. Sebab bukan hanya penumpang yang dirugikan, tapi sopir juga bisa meninggal dunia kalau terjadi kecelakaan.

Masih Kusworo, sebenarnya sopir juga tidak ingin menjalankan kendaraan yang sudah bobrok alias tidak layak jalan. Tapi mau tidak mau karena itu tuntutan perusahaan dan ekonomi keluarga membuat sopir harus tetap mengoperasikan unit agar dapurnya mengebul. Apalagi saat lebaran, mereka mengambil kesempatan menaikan tarif sendiri tidak sesuai aturan, lanjut mantan penasehat sopir taksi Virgo.

Sementara itu Dinas perhubungan kota Surabaya Irvan saat dikonfirmasi mengatakan, pihak nya akan segera menindaklanjuti dan menginfestigasi pelanggaran ini. "hasilnya akan saya teruskan pada Dishub Jatim" ucap Irvan sembari berterima kasih atas informasi dari Suara Publik.

Masih Irvan, seharusnya, bus pariwisata tidak boleh beroperasi di termininal Purabaya (Bungurasih). "Baik mas kita tindak lanjuti dan kita check itu naik dari gate keberangkatan ya?, soalnya jarak pendek mojokerto jombang kertosono ijin kita ke DAMRI bukan ke bus pariwisata mohon maaf terima kasih," pungkas Irvan.(dwi/kus)

Editor :