suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Biadab!!! Guru Ngaji Cabuli Siswi Nya Hingga Puluhan Kali.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

 Laporan: Tom

SURABAYA Suara-Publik. Ahmad Syafii alias Kris (36) oknum Satpol PP kota Surabaya dan Sunarto (35) seorang tukang las, ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Polrestabes Surabaya, lantaran melakukan pencabulan terhadap sejumlah siswinya.

Terbongkarnya aksi bejat sang guru ngaji asal jalan Medokan Semampir Indah No.83 Surabaya ini berawal dari masuknya laporan korban berinisial NEP (15) warga jalan Medokan Semampir Blok- C No.28 Surabaya yang melapor ke Polrestabes Surabaya pada 29 Agustus 2017, lantaran tidak terima telah dicabuli sang oknum guru.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota Unit PPA Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan langsung dilakukan di hari yang sama. Selain korban NEP, ada dua korban lagi yang melapor yakni berinisial AF (15) dan SUS (13).

Dari pemeriksaan yang diperoleh, perbuatan cabul tersebut dilakukan oleh kedua tersangka sebanyak puluhan kali ini dilakukan sejak bulan bulan Mei hingga Agustus 2017.

"Kassubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar menjelaskan, tersangka Ahmad Syaf'i alias Kris yang menjabat sebagai sekretaris yayasan dan juga guru ngaji yang bekerja di harian lepas Satpol PP kota Surabaya ini, awalnya mengancam akan mengeluarkan korban NEP dari belajar mengaji di Yayasannya.

Dan Kris juga membujuk para korban nya tidak mendapatkan ilmu yang barokah jika tidak melayani tersangka. Selanjutnya tersangka menyuruh korban NEP untuk membuka baju dan bra serta celana dalam korban, selanjutnya tersangka menciumi dan meraba raba payudara korban serta menyetubuhi korban. Perbuatan tersangka ini dilakukan berulang kali hingga sebanyak 15 kali terhadap korban NEP, " beber Lily Djafar, Selasa (5/8/2017).

Tersangka Ahmad Syafi'i juga melakukan perbuatan cabul terhadap korban berinisial AF dan SUS. Terhadap korban tersangka juga mengancam akan mengeluarkan dari belajar mengaji di Yayasannya jika tidak melayani tersangka. "Sedangkan tersangka Sunarto melakukan cabul terhadap korban berinisial AF, tersangka juga mengancam akan mengeluarkan korban AF dari belajar mengaji di Yayasannya jika tidak melayaninya.

Selanjutnya tersangka Sunarto menyuruh AF membuka baju dan bra serta celana dalam korban. Setelah itu tersangka menciumi dan meraba raba payudara korban serta menempelkan dan menggesek gesekan alat kelaminnya dan jarinya ke alat kelamin korban hingga alat kelamin tersangka mengeluarkan sperma diluar alat kelamin korban AF," pungkas Lily Djafar.

Atas perbuatan itu, kata mantan Kassubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini, pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan Pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dimana ancaman kurungan penjara dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun paling lama 15 tahun. "Kita terus kembangkan dan lakukan penyelidikan secara mendalam," tegas dia.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper