suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Polrestabes Surabaya Amankan Pelaku Pencurian Antar Propinsi.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Laporan : Tom

SURABAYA Suara Publik. Petualangan Esti Rahayu Pratini (47) harus berakhir di balik jeruji tahanan Mapolrestabes Surabaya.

Warga Jl Desa Larangan, Gresik ini berhasil dibekuk Unit Resmob Polrestabes Surabaya atas kasus pencurian barang-barang berharga di gerai-gerai makanan maupun di Mall yang ada disebagian wilayah Indonesia atau lintas Provinsi.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela menjelaskan, kejadian pencurian di mall maupun di tempat perbelanjaan dan gerai-gerai makanan ini cukup marak terjadi. Sebagian dari kasus itu merupakan ulah dari tersangka Esti.

Hal itu diketahui dari beberapa laporan Polisi yang ada di Polres-polres maupun Polsek-polsek dan di media, dimana pelaku pencurian tersebut merupakan orang yang sama. Diperkuat lagi dengan rekaman CCTV di setiap Kota yang menunjukan modus dari tersangka Esti.

"Berdasarkan rekaman CCTV pada saat korban makan minum di suatu gerai atau tempat perbelanjaan bisa terlacak. Kemudian kita berangkat dari laporan polisi tanggal 18 November lalu, akhirnya tersangka kami tangkap di Stasiun Madiun saat hendak pulang dari Yogyakarya menuju ke Surabaya," kata AKBP Leonard Sinambela, Senin (27/11).

Leonard mengaku, tersangka Esti ini cukup sering melakukan pencurian di pusat perbelanjaan maupun gerai-gerai makanan. Bahkan aksinya ini dilakukan antar Kota, seperti Surabaya, Jakarta dan Yogyakarta.

Selama ini tersangka selalu sendirian dalam menjalankan aksinya. Tak jarang beberapa aksinya tertangkap oleh CCTV, baik di kedai makanan maupun pusat perbelanjaan di Malioboro, Yogyakarta maupun di tempat lain. 

Pada beberapa rekaman CCTV, sambung Kasat, modus dari tersangka kalau di tempat makan menunggu calon korbannya. Begitu korbannya memesan makanan dan lengah, barulah tas milik korban ditarik pelan-pelan dan diambil, hingga tersangkaan meninggalkan tempat tersebut.

Kalau di Mirota Malioboro, tersangka juga berpura-pura telepon, melihat SPG atau penjaga toko lengah, tersangka kemudian mengambil barang-barang yang ada di tempat tersebut. Tersangka juga pernah melakukan aksinya beberapa waktu lalu di Coffee Toffee depan Gedung Grahadi.

  "Karena seringnya melakukan aksi pencurian, tersangka atas nama Esti ini merupakan residivis kasus serupa di Jakarta," tegas Leonard. Sedangkan di Surabaya, Kasat menambahkan, tersangka melakukan aksinya di depot bakso pratama di Jl Dukuh Kupang, Surabaya pada 18 November lalu. Tersangka berpura-pura memesan bakso, kemudian melihat korbannya lengah dan mengambil dompet korban yang berisi handphone, uang tunai, dan kartu kredit korban.

Setelah itu tersangka memakai kartu kredit korban untuk membeli emas senilai Rp 13, 6 juta. Hasilnya, lanjut Kasat, emas tersebut dijual kembali oleh tersangka seharga Rp 12,3 juta.

"Kepada petugas, tersangka mengaku hasil kejahatannya dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," imbuh Kasat. Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya satu buah HP merk Samsung, satu buah tas, beberapa kartu kredit maupun atm dan uang tunai Rp 102 ribu.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian. "Ancaman pidannya yakni 7 (tujuh) tahun penjara," pungkasnya.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper