Jakarta, suara-publik.com - Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Andika Perkasa, menunjukan keperkasaannya dengan tidak memberi ruang tumbuh bibit radikalisme di tubuh institusi TNI, menarik perhatian.
Sikap perkasa ia tunjukkan, mengumumkan hukuman untuk Dandim Kendari yang istrinya mengunggah konten nyinyir terhadap penusukan Menko Polhukam Wiranto, di media sosial.
Andika Perkasa bukan sekedar menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Ia lebih besar dari itu.
Pengamat Intelijen, Stanislaus Riyanta, mengatakan kecermelangan karier Andika Perkasa tidak ia dapatkan karena memiliki hubungan keluarga dengan AM Hendropriyono. "Saya kira tidak tepat anggapan seperti itu dialamatkan kepada Andika Perkasa. Menurut saya, sosok Jenderal Andika Perkasa memiliki pengalaman dan pendidikan kemiliteran yang memumpuni. Lulus dari Akmil tahun 87, lulusan terbaik di Seskoad, lulus dari sejumlah sekolah kemiliteran di luar negeri. Saya kira tudingan itu nggak cocoklah dialamatkan seperti itu," ujar Stanislaus Riyanta saat dihubungi Tagar, Sabtu, 12 Oktober 2019.
Stanislaus menyebut kecemerlangan Andika justru menarik perhatian banyak kalangan termasuk Hendropriyono yang merupakan seniornya di tubuh TNI.
Stanislaus berpendapat, Hendropriyono memiliki penilaian tersendiri terhadap Andika sehingga mau mengangkatnya sebagai menantu. "Justru sebenarnya Hendropriyono memiliki penilaian tersendiri terhadap Andika. Hendropriyono punya latar belakang intelijen dan Andika juga pernah memegang jabatan-jabatan penting di Kopassus. Saya kira mungkin itu yang menjadi dasar penilaian Hendropriyono," katanya.
Analis Intelijen tersebut juga menyebut tindakan tegas Andika untuk memberhentikan dua anggotanya akibat istri dua orang prajurit tersebut mengunggah tulisan nyinyir terhadap insiden penusukan Menkopolhukam Wiranto sebagai tindakan yang berani.
"Respons Jenderal Andika untuk memberhentikan dua prajurit itu sebagai tindakan yang tepat. Ini membuktikan dan sebagai sinyal tegas agar di dalam tubuh TNI tidak melakukan hal yang bertentangan terhadap unsur-unsur pemerintah, apalagi Wiranto mantan Panglima ABRI, senior di tubuh TNI," ujar Stanislaus.(Budi R)
Editor : Redaksi