Pembina BGD Jatim George Handiwiyanto, Ucapkan Selamat Harlah NU ke 96

suara-publik.com
Foto: GEORGE HANDIWIYANTO Pembina Barisan Gus Dur

Surabaya, suara publik - Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 96 yang jatuh pada tanggal 31 Januari mendatang. Dalam rangka memperingati Harlah nya, NU mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai kalangan.

George Handiwiyanto tokoh masyarakat Surabaya memberikan ucapan selamat hari lahir nya NU ke 96. Menurut George, yang juga Pembina Barisan Gus Dur, NU salah satu organisasi pemersatu bangsa. Penjaga NKRI dan tetap amanah dalam menjaga dan menghargai perbedaan yang ada di Indonesia.

Masih George, NU perannya dalam merebut kemerdekaan Indonesia sangat jelas dan nyata. Banyak Pahlawan Nasional yang berasal dari organisasi NU.

Sementara itu, Jose Ramos Horta, tokoh kemerdekaan Timor Leste, juga menyampaikan keinginannya untuk menominasikan NU dan Muhammadiyah, organisasi Islam lainnya di Indonesia, sebagai pemenang anugerah Nobel Perdamaian 2022. Jose adalah salah satu penerima Nobel Perdamaian 1996.

NU memang memiliki pengaruh amat besar di Indonesia. Secara kuantitatif, pengaruh itu bisa dilihat dari jumlah basis massa NU yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 108 juta orang.

Secara kualitatif, beberapa kader NU menduduki posisi strategis sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, termasuk Wakil Presiden RI. Melihat dominasinya dalam sistem sosial-politik Indonesia, wajar saja jika NU menjadi harapan besar bagi berbagai pihak.

Namun, perlu disadari bahwa NU masih menghadapi tantangan besar untuk mengglobalkan narasi Islam moderat ala Indonesia.

Dosen dan pakar Indonesia di University of Washington, Amerika Serikat, Giora Eliraz, menelaah bahwa NU dan masyarakat Muslim Indonesia secara umum berada pada posisi “pinggiran” dalam dunia Islam yang selama ini berpusat di Timur Tengah.

Selain itu, Giora juga menggambarkan bahwa wacana keislaman NU masih terlalu berpandangan lokal dan berorientasi domestik. Meski demikian, peran Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua NU diharapkan dapat menjawab keraguan tersebut.

Sebagai tokoh NU yang kerap terlibat dalam forum diskusi antar-iman di tingkat global, kepemimpinan Yahya diharapkan dapat menjulangkan kredibilitas NU dalam pewacanaan keislaman dan keagamaan di tingkat global.

Nah, guna memaksimalkan peran di G20, NU dapat menawarkan dua solusi yang sejalan dengan visi Indonesia sebagai tuan rumah G20: perbaikan kondisi masyarakat global yang lebih kuat secara bersama-sama (recover stronger, recover together).(red-DBS)

Editor : Redaksi

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru