GRESIK, (suara-publik.com) – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar warga Dusun Ngemplak, Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Balai Dusun Ngemplak tersebut menjadi momentum warga untuk memanjatkan doa dan istighosah sebagai wujud syukur atas limpahan rahmat Allah SWT sekaligus memohon kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala dusun, serta jajaran Muspika Kecamatan Wringinanom turut hadir. Tampak pula Kapolsek Wringinanom, Danramil Wringinanom, dan Camat Wringinanom.
Kepala Desa Sooko, Sutrisno, mengatakan Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
“Sedekah Bumi ini merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki dan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Kami juga berdoa agar warga Dusun Ngemplak senantiasa dijauhkan dari musibah, diberikan kemudahan dalam mencari rezeki, serta kehidupan masyarakat semakin adem, ayem, guyub dan tenteram,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, Sedekah Bumi merupakan bagian dari adat dan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut hingga kini masih dipertahankan masyarakat Dusun Ngemplak sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi.
Sebelum rangkaian acara dimulai, Sutrisno bersama masyarakat mengikuti doa dan istighosah. Doa dipanjatkan untuk para leluhur terdahulu serta memohon keberkahan bagi seluruh warga Dusun Ngemplak dan Desa Sooko.
Warga juga berbondong-bondong membawa tumpeng ke Balai Dusun. Tumpeng tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian selamatan yang diiringi istighosah dan doa bersama.
Kepala Dusun Ngemplak dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda Sedekah Bumi, tetapi juga dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia berharap seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, kemakmuran, keselamatan dan rezeki yang melimpah.
Kekompakan masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Panitia bersama warga bergotong royong memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Sedekah Bumi ini merupakan agenda tahunan yang terus kami jaga. Banyak kegiatan kemasyarakatan yang diwariskan sejak zaman nenek moyang dan sampai sekarang tetap kami lestarikan. Harapan kami, tradisi ini bisa terus dilanjutkan anak cucu kita,” terang Sutrisno.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang masih menjaga kerukunan dan melestarikan adat budaya Jawa.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang tetap guyub dan rukun. Semoga Sedekah Bumi ini terus berjalan setiap tahun dan menjadi sarana mempererat persaudaraan masyarakat,” pungkasnya.
Usai rangkaian doa dan istighosah, masyarakat disuguhi hiburan karawitan pada sore hari. Sementara pada malam harinya, kemeriahan dilanjutkan dengan pagelaran seni Ludruk Karya Baru.
Tradisi Sedekah Bumi Dusun Ngemplak pada akhirnya tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas hasil pertanian dan rezeki yang diperoleh masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk merawat gotong royong, memperkuat persaudaraan, serta menjaga warisan budaya Jawa agar tidak tergerus perkembangan zaman. (74ck/Mar)
Editor : Redaksi