suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

SIDANG PERKARA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA, DHAKIR AFANDI DIDAKWA PENGEDAR SABU DAN PIL KOPLO

avatar suara-publik.com
Terdakwa Dhakir Afandi alias Andik bin Jumhur (29), didampingi Penasehat hukumnya, Victor Sinaga, agenda Dakwaan JPU, diruang Kartika 1 PN.Surabaya, secara vidio call
Terdakwa Dhakir Afandi alias Andik bin Jumhur (29), didampingi Penasehat hukumnya, Victor Sinaga, agenda Dakwaan JPU, diruang Kartika 1 PN.Surabaya, secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 20 gram, dan peredaran obat keras warna putih berlogo "LL" sebanyak 2000 butir atau seberat 243,6 gram, didapat melalui ranjauan disebuah bengkel sepeda motor Pare Kediri.Dengan Terdakwa Dhakir Afandi alias Andik bin Jumhur 29),warga Jalam Bagong Ginayan 6/70, Ngagel, Surabaya, dieuang Kartika 1 PN.Surabaya, secara vidio call.

Dalam dakwaan JPU Rakhmad Hari Basuki, dari Kejati Jatim, Menyatakan bahwa Terdakwa Dhakir Afandi alias Andik bin Jumhur (29), melakukan tindak pidana,"Tanpa hak dan melawan hukum , menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan 1,beratnya melebihi 5 gram, "Sebagaimana ketentuan pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 TAHUN 2009 tentang Narkotika.Atau, Sebagaimana ketentuan pasal 112 Ayat (2) UU No. 35 TAHUN 2009 tentang Narkotika."

Terdakwa juga dijerat dengan perbuatan pidana ,"Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki perijinan berusaha"Sebagaimana ketentuan pasal Pasal 197 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Jo UU RI no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo. UU RI no. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU no 2 tahun 2022 tentang Cipta kerja menjadi UU". Atau,
"Sebagaimana ketentuan Pasal 196 UU RI no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo. UU RI no. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU no 2 tahun 2022 tentang Cipta kerja menjadi UU."

Selanjutnya JPU belum dapat menghadirkan saksi dipersidangan, Terdakwa Dhakir Afandi yang didampingi penasehat hukumnya Viktor Sinaga, sidang akan dilanjutkan selasa mendatang, dengan agenda saksi penangkap.

Diketahui, terdakwa Dhakir Afandi Ardiansah alias Andik bin Jumhur, hari Kamis 11 Mei 2023, jam 13.00 wib, di hubungi oleh Adi (DPO), melalui WhatsApp,”MAS JUPUK EN BARANG E NANG BIASA E NANG PANCET NGGONE SING WINGI ’’, dijawab terdakwa ‘’IYO JAM PIRO’’, Adi menjawab ‘’YO PAS MULEH KERJO’’’, terdakwa menjawab ‘’IYO’’.

Terdakwa bergegas berangkat ke Pare Kediri untuk mengambil barang atas suruhan Adi Sampai lokasi terdakwa langsung mengambil ranjauan di depan bengkel sepeda motor, dibungkus kresek hitam, kemudian terdakwa bawa pulang ke Surabaya.Sampai di rumah terdakwa memfoto bungkusan kresek hitam, lalu
mengirim ke Adi, bahwa barang sudah dirumah.

Keesokan harinya sekira pukul 06.00 wib, terdakwa membuka bungkusan kresek tersebut untuk mengecek isinya , dan benar berisi shabu.Keesokan harinya jum’at 12 mei 2023, jam 14.00 wib, terdakwa disuruh Adi lewat WhatsApp," ’TERUS SHABU E RANJAU EN NANG PINGGIR OMAH 6,85 GRAM TERUS NANG SEPANJANG 4,90 GRAM".

Selain kresek hitam berisi Sabu 20 gram, terdakwa juga mengambil ranjauan Kresek hitam di depan bengkel sepeda motor berisi 2 botol obat keras pil logo ‘’LL’’ warna putih. masing-masing botol berisi 1000 butir. hingga total 2000 butir.

Terdakwa memecah sabu, dengan berat 20 gram, memakai timbangan elektrik, menjadi 3 poket : 6,85, 4,90,8,60 gram, disimpan menunggu perintah Adi untuk meranjau.1 poket sabu berat 6,85 gram, diranjau dekat rumah terdakwa, dekat tiang Listrik.
1 poket sabu berat 4,90 gram, diranjau di Kletek sepanjang Sidoarjo. Kemudian Terdakwa kirim whatsapp ke nomor penerima.

Terdakwa membuka bungkusan kresek tersebut untuk mengecek isinya, berisi ; 2 botol berisi obat keras pil dengan logo ‘’LL’’ warna putih. Dan satu bungkus sabu seberat 20 gram sedangkan 2 botol berisi obat keras pil dengan logo ‘’LL’’ masing-masing botol berisi 1000 butir. Sehingga di total keseluruhan 2000 butir.

Terdakwa memecah obat keras pil dengan logo ‘’LL’’ warna putih kemudian terdakwa meranjaunya, Lokasi pertama meranjau 5 bungkus klip plastic, masing-masing 100 butir, hingga total 500 butir, di daerah dupak Surabaya lokasi kedua meranjau 1 bungkus klip plastic sebanyak 100 butir, di Gunung Anyar Tambak.

Selanjutnya jum’at 12 mei 2023 jam 23.00 wib, saat terdakwa pulang selesai meranjau, saat berada di Pinggir jalan raya Mastrip kedurus Surabaya, ditangkap petugas kepolisian. Terdakwa menujukkan barang bukti yang simpan dalam rumah kontrakan di jalan Bagong ginayan 6/64, Kel. Ngagel Kec. Wonokromo Surabaya, di rak piring berupa: 1 poket sabu 8,60 gram,
1 timbangan elektrik,
1 bungkus klip plastic kosong,
1 HP merk Xiaomi warna biru.
Berupa 1400 butir tablet putih logo ''LL''‘berat total 243,6 gram, tidak termasuk narkotika maupun psikotropika, tetapi masuk daftar obat keras. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper