suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kirim Kayu Ilegal, Amir Dihukum 7 Tahun Bui dan Denda Rp10 M, CV. AM Didenda Rp10 M dan Ditutup

Foto: Terdakwa Amir (kiri), Penasehat Hukum, Victor Sinaga, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Amir (kiri), Penasehat Hukum, Victor Sinaga, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pembalakan liar jenis kayu Merbau 10.017 keping, kayu gergajian diangkut kapal MV. Verizon, membawa kontainer berisi kayu gergajian ilegal dari Papua diangkut menuju Jawa Timur sebanyak 34 Kontainer, dengan Terdakwa I CV. Aditamah Mandiri (AM), diwakili oleh Kuasa an. terdakwa II, dan Terdakwa II Amir bin (Alm) Daeng Tata (43) warga Jalan Irigasi, Desa Wadio, Kecamatan Nabire Barat, Kabupaten Nabire, selaku direktur CV. AM secara vidio call, Selasa (30/01/2024).

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Titik Budi Winarti, mengadili, menyatakan Terdakwa I CV. AM yang diwakili oleh Kuasa, bertindak atas nama terdakwa II dan Terdakwa II Amir terbukti bersalah melakukan tindak pidana, mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan yang dilakukan secara bersama-sama.

Baca Juga: Kakak-Adik Jual Sabu 6 Gram, Isol Buron, Terdakwa Rangga dan Tri Sandi Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I CV. AM yang diwakili oleh Kuasa, bertindak atas nama terdakwa II dengan pidana denda Rp10.000.000.000 dan pidana tambahan penutupan perusahaan CV. AM."

"Terhadap terdakwa II Amir, dengan pidana penjara selama 7 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp10.000.000.000, Subsider 3 bulan penjara."

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani Terdakwa II dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang dijatuhkan. Menetapkan agar Terdakwa II tetap ditahan.

Menetapkan barang bukti, kayu gergajian yang terdapat di dalam 34 kontainer, dirampas untuk negara. Sedangkan 34 kontainer dikembalikan ke PT. Salam Pacific Indonesia Lines (PT.SPIL). Salinan 1 berkas Akta Pendirian Perseroan Komanditer CV. Aditamah Mandiri No. 07, 13 Juni 2022, Notaris Nensi Simaremare, SH.M.Kn. Salinan 1 berkas Akta Pemasukan dan Pengeluaran Persero Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Komanditer CV. Aditamah Mandiri, No.12, 14 Juli 2022 Notaris Nensi Simaremare, SH.M.Kn. Salinan 1 berkas Akta Kuasa Direktur CV.Aditamah Mandiri No.15, 18 Juli 2022, Notaris Nensi Simaremare, S.H., M.Kn. 1 lembar Surat Keterangan Notaris Nensi Simaremare, SH.M.Kn.
34 set dokumen Nota Perusahaan, Tetap terlampir dalam berkas perkara, 1 unit Handphone merk Realme XT warna hitam, dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sabetania Ramba Paembonan dari Kejati Jatim, dengan pidana "terhadap Terdakwa I CV. AM yang diwakili oleh Kuasa, bertindak atas nama terdakwa II dengan pidana denda Rp15.000.000.000 dan pidana penutupan perusahaan CV. AM."

"Terhadap terdakwa II Amir dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan denda Rp10.000.000.000, Subsider 6 bulan penjara."

Baca Juga: Debitur Cluster 1 dan 2 Bank Jatim Diatas Rp100 Juta, Target Awal MAKI Jatim Dalam Pelaporan Hukum

Diketahui, pada 19 Nopember 2022, Jam 12:00 Wib, petugas dari Direktur Pencegahan dan Pengamanan Lingkungan Hidup dan Kehutanan menuju ke terminal Berlian Jasa Terminal Indonesia ( BJTI) mencari informasi jadwal sandar kapal MV. Verizon, diduga membawa kontainer berisi kayu gergajian ilegal dari Papua.

Petugas melihat Kapal MV. Verizon datang, di terminal BJTI, petugas memantau di lokasi bongkar kontainer Kapal MV.Verizon tersebut. Keesokan harinya muatan kontainer selesai diturunkan, petugas melakukan pemeriksaan, ditemukan 30 kontainer kayu gergajian chain saw, barang setengah jadi, berasal dari Nabire Papua Tengah.

Petugas koordinasi dengan PT.Salam Pacific Indonesia Lines (PT SPIL) melakukan tindakan pengamanan 30 kontainer berisi kayu gergajian chain saw.

Petugas bersama PT. SPIL dan pihak terminal BJTI melakukan pembukaan kontainer untuk melihat isi, volume, serta pemilik kayu gergajian chain saw dalam kontainer tersebut, diketahui dari 30 kontainer terdapat 23 kontainer, merupakan milik terdakwa I CV. AM tidak dilengkapi dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Untuk Kayu Olahan ( SKSHHKO).

Baca Juga: Sidang Penggelapan Pengiriman Emas Milik PT. SMS Sebesar Rp45 Juta, Helang Maulana Dituntut 20 Bulan Penjara

Pada hari Sabtu 3 Desember 2022, petugas dari Direktur (PPLHK) melakukan operasi pengamanan peredaran kayu illegal, dengan cara memeriksa kapal Hijau Jelita, kapal tersebut diduga mengangkut hasil hutan kayu ilegal, berasal Papua menuju Jawa Timur, dilakukan pengecekan terdapat 27 kontainer berisi kayu gergajian chain saw barang setengah jadi, dari Papua, selanjutnya diamankan petugas di terminal BJTI.

5 Desember 2022, dilakukan pembukaan kontainer, 27 kontainer terdapat 11 kontainer milik terdakwa I CV. AM berisi kayu gergajian chain saw, tidak dilengkapi dokumen SKSHHKO. Total kontainer 34. Dokumen yang digunakan nota perusahaan yang dilampiri dengan Daftar Kayu Olahan (DKO) dan SKSHHKO yang sudah kadaluarsa dan tidak sah.

Dilakukan pengukuran, pengujian, jenis, jumlah keping dan volume kayu olahan jenis Kayu Merbau di dalam 34 Kontainer dengan jumlah 10.017 keping, 679.5136 m³

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper