suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tukang Tato Jual Sabu 3 Poket, Endra Dwi Saputra Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Endra Dwi Saputra (kiri) dan Saksi Polisi Penangkap (kanan), sidang agenda dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Endra Dwi Saputra (kiri) dan Saksi Polisi Penangkap (kanan), sidang agenda dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu sebanyak 1 poket seberat 0,97 gram, dapat dari Kacong masih buronan, dengan Terdakwa Endra Dwi Saputra bin H. Abdullah, pekerjaan pembuat Tatto, di Ruang Sari 3 Pengadilan Negeri Surabaya, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ni putu Sri Indayani secara vidio call, Selasa, (27/02/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suparlan Hadiyanto dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Endra Dwi Saputra melakukan tindak pidana, tanpa hak atau melawan hukum menawarkan, untuk dijual, menjual, membeli, menerima, atau menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika."

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi penangkap anggota Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya, Dwi Cahyo mengatakan " kami menangkap terdakwa bersama tim dirumahnya jalan Tembok Dukuh X,
Pada hari Selasa 19 September 2023, ditemukan 3 poket sabu, sebelumnya sudah ada temannya yang kita tangkap, sabu didapat dari Kacong seharga 350 ribu, menurut pengakuan Terdakwa," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Endra Dwi Saputra membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Saat diperiksa sebagai terdakwa, Endra mengaku sabu di dapat dari Kacong seharga Rp350 ribu, "Sabu itu mau saya pakai dan juga sebagian saya jual lagi, saya dapat untung Rp50 ribu, saya pernah dihukum tahun 2018 yang mulia dengan perkara yang sama," pungkasnya.

Diketahui, hari Minggu, 17 September 2023, Jam 02:00 Wib, di makam Jarak, Terdakwa Endra Dwi Saputra mendapatkan 1 poket sabu harga Rp 350 ribu dari Kacong (DPO). Selanjutnya, Terdakwa menbagi sabu menjadi 3 poket untuk dikonsumsi sendiri dan juga dijual Rp150 ribu/poket dan untung Rp50 ribu.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Selasa, 19 September 2023, Jam 13:00 Wib, di rumah Jalan Tembok Dukuh X No. 5-A, Surabaya, Saksi AS. Herman dan Saksi Dwi Cahyoa,
anggota Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya melakukan penangkapan dan penggeledahan. Ditemukan 1 tempat henset warna hitam di dalamnya berisi 3 poket sabu dengan berat 0,97 Gram, 1 klip kosong dan 1 skrop plastic kecil. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper