suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kirim Paket Sabu 520 Gram ke Kalimantan Tengah, Edi Susanto Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Edy Susanto (45) (kiri), PH, Victor Sinaga, JPU, Duta Mellia, KM. R. Yoes Hartyarso, agenda sidang Dakwaan, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Edy Susanto (45) (kiri), PH, Victor Sinaga, JPU, Duta Mellia, KM. R. Yoes Hartyarso, agenda sidang Dakwaan, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu dengan berat total 520 gram (1/2 kilogram lebih), dalam kemasan paket yang dikirim melalui ekspedisi Antariksa Antarnusa, dengan tujuan paket Kalimantan Tengah, paket ditolak di bandara, kembali ke ekspedisi, Polisi BNNP Jawa Timur melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Edi Susanto anak dari Budi Wiyono,

(45), Jalan Karang Empat IX/53 RT 005, RW 007, Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Pendidikan SMA, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, R.Yoes Hartyarso secara vidio call, Rabu, (28/02/2024).

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Furkon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Edi Susanto melakukan tindak pidana Narkotika. Tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram,
1 plastik klip berisi 2 poket sabu berat total 201,7 Gram beserta pembungkusnya, 1 plastik klip berisi 3 poket sabu berat total 101,3 Gram beserta pembungkusnya, 1 plastik klip berisi 21 poket sabu berat total 108,3 Gram beserta pembungkusnya, 1 plastik klip berisi 20 poket sabu berat total 103 Gram beserta pembungkusnya. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika."Atau,
"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika". Atau, dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana,"
"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika."

Sidang dilanjutkan pada Rabu pekan depan dengan agenda sidang JPU menghadirkan saksi- saksi dipersidangan.

Diketahui, adanya paket barang dikirim melalui Gojek pada Kamis, 21 September 2023, Jam 17:30 Wib ke kantor ekspedisi antariksa antarnusa, Jalan Ahmad Jais 74 Surabaya, identitas pengirim an. Rudy (My Snack) Surabaya, penerima an. Mama Devy, Jalan Temanggung Tilung XVIII/ 13, Jekan Raya, Kalimantan Tengah, paket diterima karyawan PT. Antariksa Antarnusa, Saksi Agus Iwantoko. Paket dikirim ke Mega Cargo, diteruskan ke Angkasa Pura Logistik Juanda.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Sabtu, 23 September 2023, Kam 10:00 Wib, Saksi Agus Iwantoko dapat kabar dari perwakilan ekspedisi antariksa antarnusa wilayah Kalimantan Tengah, paket tersebut belum sampai, sehingga saksi melakukan pengecekan ke Mega Cargo dan setelah Mega Cargo melakukan pengecekan ke Angkasa Pura Logistik Juanda ternyata paket tersebut berisi barang berbahaya, tidak bisa dikirim ke alamat tujuan melalui pesawat udara.

Selasa, 26 September 2023, paket dikembalikan ke ekspedisi Antariksa Antarnusa melalui Mega Cargo. Selanjutnya Agus Iwantoko, menghubungi nomor handpone tertera di paket untuk mengambil kembali paketan barang miliknya, dijawab akan mengambil paket barang ke kantor ekspedisi Antariksa Antarnusa.

Terdakwa datang mengambil paketan, Saksi Agus mengecek nomor handphone yang tertera di paket sesuai nomor handphone terdakwa. Akhirnya Saksi Agus Iwantoko menyerahkan paket kepada terdakwa. Selanjutnya terdakwa membawa paket tersebut, saat terdakwa keluar dari ekspedisi Antariksa Antarnusa membawa paketan, petugas Polisi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jawa Timur) melakukan penangkapan atas terdakwa. Selanjutnya melakukan pemeriksaan paket barang, pada saat dibuka paketan berisi beberapa bungkus paketan narkotika jenis sabu. Terdakwa dan barang bukti dibawa ke kantor BNNP Jatim.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Barang bukti yang diamankan, saat penangkapan dan penggeledahan atas terdakwa Edy Susanto, berupa, 1 plastik klip berisi 2 poket sabu, 100,9 Gram dan 100,8 Gram, 1 plastik klip berisi 3 poket sabu, 50,6 gram, 25,4 Gram dan 25,3 Gram, 1 plastik klip berisi 21 poket sabu, (5,0 Gram, 5,1 Gram, 5,0 Gram, 5,3 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,3 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,0 Gram dan 5,1 Gram), 1 plastik klip berisi 20 poket sabu, (5,3 Gram, 5,3 Gram, 5,3 Gram, 5,4 Gram, 5,2 Gram, 5,2 Gram, 5,0 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,2 Gram, 5,0 Gram, 5,1 Gram, 5,1 Gram, 5,0 Gram) beserta pembungkusnya, 1 unit handphone Samsung A600 G hitam dan 1 unit mobil Daihatsu Ayla warna merah Nopol S-1351-EO.

Sabu dalam penguasaan terdakwa yang diambil di ekspedisi Antariksa Antarnusa, Ahmad Jaiz 74, Surabaya atas perintah Bos (DPO), janji diberi upah Rp2 juta, jika paket sabu sudah diterima pihak penerima. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper