suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Keluhkan Sidang Online PN Surabaya, Agar Maksimal Bela Pencari Keadilan, Advokat Minta Dihadirkan Langsung Dipersidangan

Foto: Fariji, SH selaku Direktur LBH Lacak
Foto: Fariji, SH selaku Direktur LBH Lacak
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang online untuk perkara pidana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali mendapat keluhan. Advokat yang setiap hari beracara di Pengadilan Negeri Surabaya mengeluhkan sidang online, sehingga membuat mereka tak bisa maksimal dalam membela para pencari keadilan.

Menurut Fariji selaku Direktur LBH Lacak, bahwa sidang online yang di gunakan dalam persidangan dinilai tidak wajar, sehingga dalam membela klien tidak bisa berbuat maksimal. “Menurut saya, (sidang online) ini tidak wajar dan tidak adil untuk para pencari keadilan yakni terdakwa. Khususnya juga untuk para pengacara,” ujar Fariji saat ditemui di PN Surabaya, Rabu, (28/2/2024).

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Fariji mengatakan, sidang online tidak memungkinkan terdakwa bisa berkonsultasi langsung kepada pengacaranya perihal perkara pidana yang dialaminya. “Bagaimana pengacara bisa mendengar curhat ke pengacaranya? Sementara kliennya (terdakwa) berada di tahanan. Terdakwa hanya menjalani sidang secara online dan tidak dihadirkan langsung di sidang,” keluhnya.

Dengan sidang online, masih kata Fariji, aparat penegak hukum seperti mempertontonkan ketidakadilan dalam penegakan hukum. “Padahal dalam KUHP, terdakwa juga punya hak untuk bertanya, hak dilindungi, hak didampingi. Tapi dengan sidang online, pengacara tidak bisa maksimal membela klienya yang jadi terdakwa,” tegasnya.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Fariji juga mempertanyakan, dasar PN Surabaya sampai saat ini masih menggelar sidang online untuk perkara pidana, padahal Presiden Joko Widodo telah mencabut status pandemi Covid-19. “Jika dulu sidang online dasarnya karena pandemi, terus sekarang dasarnya apa kok terdakwa masih menjalani sidang online dan tidak dihadirkan langsung di muka persidangan? Dasarnya apa? Peraturannya mana? Undang-undangnya mana?” Kalau pandemi sudah selesai ya sidangnya harus kembali normal dong,” katanya.

Pengacara yang biasa membela terdakwa secara prodeo ini mengaku heran dengan kebijakan PN Surabaya yang sampai sekarang masih menerapkan sidang online pada perkara pidana. Sementara, tutur Fariji, PN lain seperti PN Gresik, PN Sidoarjo telah menerapkan sidang langsung dengan menghadirkan terdakwa di muka sidang.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

“Saya menyesalkan kenapa PN Surabaya sebagai PN Klas IA Khusus justru tidak menggelar sidang secara normal. Sementara PN kelas 1B seperti PN Sidoarjo dan PN Gresik sudah bisa menggelar sidang dengan menghadirkan terdakwa secara langsung,” terang Fariji.

Ia menyarankan, agar PN Surabaya segera merubah kebijakannya mengenai sidang online perkara pidana. “Kembalikan sidang seperti sebenarnya yakni dengan menghadirkan langsung terdakwa di muka sidang. Jangan sampai pencari keadilan mendapatkan ketidakadilan. Jangan melihat terdakwanya, tapi lihat keadilannya,” pungkasnya. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper