suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Curi 3 Unit Hp dan Dompet berisi Uang di Kamar Kos, Jonathan Yahvan Dituntut 18 Bulan Penjara

Foto: Terdakwa Jonathan Yahvan Hendra (kiri atas), menjalani sidang agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Jonathan Yahvan Hendra (kiri atas), menjalani sidang agenda tuntutan, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, pencurian dalam kamar kos Jalan Blauran Baru Gang 4 Surabaya, 3 unit Hp dan dompet berisi uang Rp500 ribu, dengan Terdakwa Jonathan Yahvan Hendra anak dari Anthony, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Silfi Yanti Zulfia, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Karimudin dari Kejari Surabaya, menyatakan, bahwa Terdakwa Jonathan Yahvan Hendra terbukti bersalah, melakukan tindak pidana, "Mengambil barang 3 unit Hp dan 1 buah dompet berisi uang tunai Rp250.000, kepunyaan orang lain, maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, masuk ketempat melakukan kejahatan, untuk sampai pada barang yang diambil, dilakukan dengan merusak, memotong, memanjat, memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau jabatan palsu," "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-5 KUHP."

Baca Juga: Menang Lelang, PT TUL Ajukan Eksekusi Hotel Garden Palace

Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Jonathan Yahvan Hendra, dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti, 1 gembok kecil warna kuning emas, 1 buah dosbook handphone Samsung M21 warna hitam, 1 buah dosbook handphone Samsung Galaxy A52 warna ungu, 1 buah dosbook handphone Galaxy A6 warna hitam dan 1 buah handphone Samsung M21 warna hitam, dikembalikan kepada Saksi Azisa Maryanto. 1 kunci gembok kecil warna putih, dirampas untuk dimusnahkan.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis mendatang, dengan agenda putusan hakim.

Sebelumnya, JPU.menghadirkan Saksi Korban Azisa Maryanto. Ia mengatakan, bahwa dirinya telah kehilangan 3 hp dan sejumlah uang yang ada di dompetnya. Semua hp dan dompet berada di kamar kosnya telah di curi oleh seseorang. "Saya kehilangan 3 unit Hp dan dompet berisi uang 500 ribu milik istri saya, kejadiannya 24 Desember 2023, jam 8 pagi, di kamar kos saya jalan Blauran baru Gang 4, saat itu saya tinggal keluar kamar mencari sarapan," terang saksi.

"Saya mengetahui saat di iklan Facebook, di grup jual beli handphone second Cumihere, yang diposting terdakwa. Yang dijual mirip dengan Hp saya. Saya curiga, Saya seolah-olah mau membeli. Setelah dicek benar itu Hp saya, dua sudah dijual, Uangnya gak kembali, dompet isi uang Rp500 ribu juga gak kembali, kerugian saya hingga Rp7 juta." pungkasnya.

Diketahui, hari Minggu, 24 Desember 2023, Jam 08.30 Wib, di Kost Jalan Blauran Gang IV No. 25 Surabaya, awalnya Terdakwa Jonathan Yahvan Hendra anak dari Anthony melihat tempat kost kosong milik Saksi Azisa Maryanto, ditinggal keluar dan terpasang gembok.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Terdakwa berusaha membuka gembok kamar menggunakan kunci miliknya. Setelah gembok dibuka, terdakwa masuk ke dalam kamar kost dan mengambil 3 buah Hp dan 1 buah dompet berisi uang tunai Rp 250 ribu, yang tergeletak dikamar tidur tanpa sepengetahuan Saksi Azisa Maryanto.

3 unit Hp dijual terdakwa lewat iklan Facebook (market place). 2 Hp sudah laku masing-masing Rp150 ribu dan Rp700 ribu. Uangnya di gunakan untuk kepentingan sendiri. Sedangkan 1 unit Hp masih belum terjual.

Saksi Azisa Maryanto yang telah kehilangan 3 Hp dan uang Rp250 ribu ini, mengetahui lewat Facebook (marketplace) di grup jual beli handphone second dengan nama, CUMIHERE, yang diposting oleh terdakwa. Kemudian Saksi Azisa Maryanto, memberi informasi ke Saksi Hariyanto dan Joko Susilo anggota Polsek Genteng Surabaya, bahwa saksi menemukan ciri-ciri Hp miliknya yang hilang.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Saksi Azisa Maryanto membuat janji untuk bertemu dengan terdakwa di warung kopi, Jalan Kaliasin Surabaya. Pertemuan tersebut, untuk melihat fisik Hp yang diposting. Setelah bertemu dan mengecek Hp tersebut benar miliknya.

Selanjutnya, Saksi Hariyanto dan Joko Susilo, mengamankan terdakwa. Akhirnya terdakwa mengakui perbuatannya.

Akibat perbuatan Terdakwa, mengakibatkan saksi Azisa Maryanto mengalami kerugian Rp. 7.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper