suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gegara Kaos Bonek, Korban Dipukul Hingga Berdarah, Stanley Stevanus Dihukum 1 Tahun Penjara

Foto: Terdakwa Stanley Stevanus Marco. K (kiri), Saksi Abituh Prayogi ( korban) dan Saksi Samsul Gunadi dengan agenda sidang putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Stanley Stevanus Marco. K (kiri), Saksi Abituh Prayogi ( korban) dan Saksi Samsul Gunadi dengan agenda sidang putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penganiayaan secara bersama- sama, dengan cara memukul berkali-kali ke arah wajah, sehingga korbannya mengalami memar dsn bengkak pada pipi, bibir, mulut dan mata, hingga perkara ini disidangkan dengan Terdakwa kakak dan adik, Stanley Stevanus Marco.K bin Edi Catur Kurniawan, buruh bangunan, bersama dengan Yuhan Ferdinan Andromeda bin Edi Catur Kurniawan, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Heru Hanindyo, mengadili,
menyatakan Terdakwa Stanley Stevanus Marco, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana
“Pengeroyokan” "Sebagaimana diatur dalam dakwaan Pasal 170 ayat (1) KUHP".

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Stanley Stevanus Marco Kurniawan, dengan pidana penjara selama 1 tahun. Menetapkan masa Penangkapan dan lamanya penahanan yang dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan."

Menetapkan barang bukti, 1 buah Kaos warna hitam bertuliskan “BONEK KRD”, dikembalikan kepada terdakwa.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Herlambang Adhi Nugroho dari Kejasaan Tanjung Perak, menuntut Terdakwa Stanley Stevanus Marco, dengan Pidana Penjara Selama 1 tahun dan 3 bulan.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Korban, Abitu Prayogi (22) dan Saksi Samsul Gunadi (19) dipersidangan. Abitu mengatakan, "Di Jalan Tengger Kandangan Surabaya, Jum'at, 22 September 2023, Jam 2 malam, setelah habis ngamen, saya berhenti makan gorengan. Stenley memanggil saya minta kaos bonek saya, saya tidak memberikan, saya dikejar lalu dipukul oleh Stenley dan adiknya Yuhan," terang Abitu.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

"Mukul pakai tangan kosong, berapa kali mukul saya gak tau, yang mukul Stenley dan adiknya Yuhan, mukul muka, kena pipi, jidat,bibir, dan mata, bengkak dan memar, hidung keluarkan darah, setelah mukul mereka.minta maaf, tapi keluarga saya gak terima, dan melaporkan ke polisi," tambah Abituh.

Diketahui, pada Jumat, 22 September 2023, Jam 20:00 Wib, Terdakwa Stanley Stevanus Marko bersama Yuhan Ferdianan Andromeda memanggil Saksi Abitu Prayogi dan Saksi Samsul Gunadi untuk minum kopi. Terdakwa bersama Saksi Yuhan Ferdinan masuk ke Jalan Tengger Rejo Mulyo Gang Pipa, Kandangan, Surabaya.

Terdakwa meminta Baju Bonek milik Saksi Korban Abitu, namun, Abitu tidak memberikan, lalu meninggalkan terdakwa dan Yuhan. Kemudian, terdakwa mengejar para saksi, dan Saksi Yuhan langsung memukul Abitu gunakan tangan kosong mengenai wajah Abitu sebanyak 4 kali. Sedangkan terdakwa memukul mengenai wajah Abitu sebanyak 3 kali, Saksi Samsul Gunadi melerai pemukulan terdakwa dan Yuhan.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Setelah melakukan pemukulan, terdakwa memberi air kepada Abitu untuk membasuh luka dibagian hidung Abitu. Akhirnya Abitu memberikan 'Baju Bonek' dan meninggalkan terdakwa dan Yuhan, kemudian Abitu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Benowo.

Sesuai Visum et Repertum Rumah Sakit Bunda, hasil pemeriksaan, pada bawah mata korban sebelah kanan memar kebiruan akibat kekerasan benda tumpul. Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Korban Abitu Prayogi mengalami luka memar pipi kanan, mata kanan dan mulut/bibir atas, sampai saat ini belum bisa beraktifitas secara normal. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper