suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengeroyok AD, MG dan BP Sudah Dituntut Tak Terbaca di SIPP PN Surabaya, Langsung Agenda Pembelaan

Foto: Terdakwa Abednego Dwi, Muh. Gilang dan Bagas Prasetyo (Kiri Kemeja putih) dan Saksi Korban Nur Wafiq Rocman (23), (paling ujung), Ramadani Saputra (19) dan Abil Ferdiansyah (21), dan tuntutan JPU telah dibacakan Rabu (06/03), dalam SIPP, tidak dapat
Foto: Terdakwa Abednego Dwi, Muh. Gilang dan Bagas Prasetyo (Kiri Kemeja putih) dan Saksi Korban Nur Wafiq Rocman (23), (paling ujung), Ramadani Saputra (19) dan Abil Ferdiansyah (21), dan tuntutan JPU telah dibacakan Rabu (06/03), dalam SIPP, tidak dapat
suara-publik.com leaderboard

3 Pengeroyok di Cafe Tak Ditahan, AD, MG dan BP Sudah Dituntut Jaksa, Tak Terbaca di SIPP PN Surabaya, Langsung Agenda Pembelaan

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pengeroyokan di Cafe Jalan Genteng Besar hingga korban alami memar di mata kanan dan satu korban babak belur hingga pingsan, dengan para Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti bersama Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rudito Surotomo secara offline.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

Jika dilihat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, perkara penganiayaan tersebut, telah tertunda tiga kali untuk JPU membacakan tuntutannya, pada Rabu 07 Pebruari 2024, JPU belum siap tuntutan.

Pada Rabu, 21 Pebruari 2024, JPU dan para terdakwa tidak hadir, dan pada Rabu, 28 Pebruari 2024, JPU dan para terdakwa tidak hadir. Pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rocky Delo Handoko dari Kejari Surabaya, diagendakan pada Rabu 06 Maret 2024, di Ruang Kartika 1 PN. Surabaya, namun, sampai berita ini diturunkan tidak terbaca di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, justru langsung dengan agenda pembelaan terdakwa pada Rabu, (13/03).

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menghadirkan para saksi, yakni, Saksi Korban Nur Wafiq Rocman Sanjaya (23), Ramadani Saputra (19), dan Abil Ferdiansyah (21), masing-masing beralamat di Jalan Gadukan Timur Surabaya.

Saksi Korban Nur Wafiq mengatakan, "Pada Rabu, 4 Oktober 2023, di Cafe Jalan Genteng Besar, kita bertiga ngopi ngobrol-ngobrol, rencana mau ngabarin lukanya Bagas, yang dipukul sama Rafi, tapi waktu itu Rafi datang belakangan, saya yang kena sasaran pengeroyokannya, sebenarnya mau buat perhitungannya sama Rafi," terang saksi.

"Saat itu sudah ada Rafi dikeroyok sama anak- anak ini sama gerombolan temannya. Saya bermaksud memisahkan, Saya juga kena pukul, Rafi sampai pingsan itu, akhirnya dipisahkan oleh Linmas. Saya bawa Rafi ke RS. PHC, Saya juga berobat dengan saya gak ada masalah. Masalahnya sama Rafi," katanya.

Saksi Ramadhani Saputra, "Saya melerai saja, saya lihat Rafi pingsan, saya pisah biar Rafi gak tambah parah," katanya.

Baca Juga: Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Demikian pula Saksi Abil Fermasyah mengetahui pengeroyokan itu, Ia berusaha memisah kejadian tersebut.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU),
Rocky Delo Handoko dari Kejari Surabaya, menyatakan para Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti bersama Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji, melakukan tindak pidana, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka-luka. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP."

Diketahui, pada Rabu, 04 Oktober 2023, Jam 21:30 Wib, para terdakwa melakukan pemukulan terhadap Saksi Nur Wafiq Rocman Sanjaya, menggunakan tangan kosong.

Bermula Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti main di warkop di simpang pojok. Terdakwa Abednego bertemu Terdakwa M. Gilang Rifky dan Terdakwa Bagas Prasetyo, dan Wuladi Bima Amrulloh.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Selanjutnya, Jam 21:30 Wib, Terdakwa Abednegi ikut ke Genteng Besar akan mencari orang yang telah menganiaya Terdakwa Bagas Prasetyo. Lalu Saksi Wuladi Bima Amrulloh turun menemui Saksi Nur Wafiq Richman Sanjaya, terjadi cekcok mulut, melihat itu para terdakwa melakukan pengeroyokan ke Saksi Nur Wafiq bersama Wuladi. Para terdakwa berkumpul lagi warung simpang pojok.

Selanjutnya, para terdakwa bersama Saksi Wuladi menuju Polsek Genteng guna menyelesaikan permasalahan yang telah dilakukan oleh para terdakwa.

Maksud tujuan terdakwa melakukan pengeroyokan terhadap Saksi Nur wafiq Rochman Sanjaya, karena dendam dan aksi membalas.

Akibat perbuatan para terdakwa, Saksi Nur Wafiq Rochman Sanjaya mengalami memar bagian mata kanan. Berdasarkan Visum Et Reperum Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Soewandhi Surabaya, dengan Kesimpulan, luka memar di sekitar mata kanan dan leher kanan belakang, penyebab dari kerusakan tersebut adalah persentuhan dengan benda tumpul, mengakibatkan halangan menjalankan pekerjaan. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper