suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Modus Kredit Dua Mobil, Dialihkan ke Putra DPO, Dapat Upah Rp20 Juta, Tri Budi Diadili

Foto: Terdakwa Tri Budi Utomo (kiri) dan Saksi Hamzah Fauzi, Marketing Finance, agenda sidang dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Tri Budi Utomo (kiri) dan Saksi Hamzah Fauzi, Marketing Finance, agenda sidang dakwaan, saksi, pemeriksaan terdakwa di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, terdesak untuk biaya sekolah anaknya, nekat melakukan pengambilan mobil 2 (dua) unit Honda Jazz 2019, di PT. Sinarmas Hana Finance (SHF) dan di PT. Clipan Finance (CF) dengan masing-masing tennor selama 5 (lima) tahun. Setelah pembayaran uang muka, justru mobil dialihkan ke Putra (DPO) sebagai otak semuanya.  Sehingga kedua Leasing tersebut  mengalami kerugian Rp375.300.000  dan Rp238.285.340. Dengan Terdakwa Tri Budi Utomo bin Mudjiono alm bersama dengan Putra (DPO. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Saifudin Zuhri di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suparlan Hadiyanto dari Kejari Surabaya, menyatakan,  Terdakwa Tri Budi Utomo melakukan tindak pidana, yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja dan melawan hukum yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dengan Pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo pasal 65 ayat 1 KUHP. Atau, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dengan Pasal 372 KUHPidana Jo pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP Jo pasal 65 Ayat 1 KUHP."

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Hamzah Fauzi bagian marketing. Saksi mengatakan, "Terdakwa datang ke kantor ajukan kredit mobil Honda Jazz tahun 2019, tenornya 5 tahun, lalu kita survey ke rumahnya. Ternyata mobil kreditan tersebut dialihkan ke pihak lain. Kita tagih cicilan keterlambatannya tapi selalu menghindar," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Tri Budi Utomo membenarkannya, "Benar yang mulia, saya saat itu disuruh Putra ambil mobil di Finance, yang tanda tangan saya, uang muka dari Putra, saya serahkan ke Putra mobilnya, saya dapat upah Rp10 juta," ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan pada senin pekan depan dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui sebelumnya, Terdakwa Tri Budi Utomo butuh uang untuk biaya sekolah anaknya. Terdakwa bertemu Putra (DPO) bersama dengan Margo (DPO). Putra mengajarkan ke terdakwa cara pengambilan mobil bekas melalui pembiayaan kredit lewat PT. SHF, menggunakan nama Tri Budi Utomo sebagai kreditur, uang muka ditanggung oleh Putra, jika kridit mobil di acc,.mobil harus diserahkan ke Putra, Bila pihak Debitur melakukan penagihan, di back up oleh Margo (DPO), Terdakwa mendapatkan upah dari Putra Rp10.000.000.

Pada 12 Mei 2023, terdakwa bersama Putra bertemu marketing PT. (SHF), mengambil 1 (satu) unit mobil Honda JAZZ Type RS 2019 Nopol N-1526-FL putih, STNK An. Saifudin S ag, terjadi kesepakatan harga Rp294.000.000. Uang muka diserahkan terdakwa ke PT. SHF
Rp59.965.907, sisanya Rp238.252.993, di angsur selama 60 bulan, setiap bulannya Rp6.255.000.

Tanpa sepegetahuan PT. SHF, mobil Honda Jazz tersebut di alihkan kepada Putra (DPO). Esok harinya,  terdakwa mendapat upah Rp10.000.000, cara ditransfer. Uang tersebut dipergunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Terhadap pembiayaan pembelian 1 Unit mobil Honda JAZZ Type RS 2019 Nopol N-1526-FL putih, terdakwa tidak.melakukan pembayaran sampai waktu yang ditentukan. Sehingga  mengakibatkan PT. SHF mengalami kerugian Rp375.300.000. 

Modus yang sama dilakukan Terdakwa dan Putra (DPO), pada 12 April 2023, ke PT. CF, Trenggilis Barat I Blok D No. 2 Surabaya. Bertemu dengan marketing, melakukan pengambilan 1 (satu) unit mobil Honda Type ALL NEW JAZZ RS 2019 Nopol W-1070-QX putih orchid, STNK An. Irwan Yulianto, kesepakatan harga Rp292.000.000, uang muka Rp58.480.000, sisanya Rp238.285.340 dicicil selama 60 bulan, angsuran bulanannya Rp 6.454.000,-

Kendaraan tersebut tanpa se ijin pihak PT. CF di alihkan kepada Putra (DPO). Terdakwa mendapat upah Rp10.000.000. Terdakwa tidak melakukan pembayaran sampai batas waktu yang disepakati, mengakibatkan PT. CF mengalami kerugian Rp238.285.340. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper