suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Diduga Ilegal, Galian Waduk Desa Pucung Makan Korban, Warga Minta Dihentikan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

GRESIK, (suara-publik.com) -- Diduga kuat ilegal, proyek Galian Embung atau Waduk di Dusun Kampung, Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik masih bergulir. Namun, sejauh ini pihak aparat Pemerintah Desa Pucung terkesan tutup mata.

Meski belakangan di ketahui para Aparat Penegak Hukum (Aph) baik dari Polres Gresik maupun Polda Jatim telah turun ke lokasi galian guna mentertibkan aktifitas tersebut. Namun galian C yang di duga ilegal masih tetap beroperasi hingga saat ini.

Parahnya, dampak galian embung itu sudah memakan korban. Akibatnya, ada beberapa warga jatuh dijalan wilayah sepanjang Jalan Desa Pucung yang diduga ilegal tersebut.

Hal ini terjadi ketika pada Jum'at dini hari, akibat banyaknya tanah embung berceceran di sepanjang Jalan di Desa Pucung yang di lewati truk pengangkut tanah dan saat itu hujan turun, ada beberapa warga terjatuh karena motornya tergelincir saat melewati jalan tersebut. Sedikitnya ada enam (6) pengendara sepeda motor yang menjadi korban.

Menurut keterangan salah satu korban, Harianto Warga Dusun Karangasem, Desa Karangsemanding, Balongpanggang, dirinya menjadi korban kecelakaan ketika melewati jalan galian. Harianto mengalami luka cukup serius, ujung jari kelingkingnya putus.

"Waktu itu sepulang dari Pasar Balongpanggang saya berboncengan bersama istri, hari jum'at dinihari sekira pukul 03.00 Wib," ungkapnya kepada wartawan di kediamannya pada Minggu, (3/11/2024).

Sedangkan menurut Harianto, Istrinya mengalami sakit punggung akibat kecelakan tersebut. Sepeda Motor yang dikendarai tergelincir akibat jalan yang licin.

"Istri saya punggungnya sakit akibat jatuh dan punggungnya mengenai jalan paving pak," terang Harianto.

Di lain tempat, Pujiono yang juga berasal dari Dusun Karangasem juga mengalami hal serupa. Ia beserta istrinya juga mengalami kecelakaan pada saat pulang dari pasar Balongpanggang usai berbelanja.

Meski tak separah Hariono, Pujiono juga mengalami luka ringan. Dirinya mengalami keseleo bagian bahu kanan dan istrinya keseleo bagian pinggul. Motor yang di kendarai juga mengalami lecet, barang bawaan yang akan di jual jatuh berserakan dan tak bisa di jual lagi.

"Dagangan saya hancur pak, telur yang siap dijual pecah semua," katanya

Dia meminta agar kegiatan penggalian tanah dihentikan. Sebab, banyak yang mengalami kecelakaan dijalan karena tanahnya berserakan dijalan. Ia juga berharap, pemilik proyek galian embung ataupun pihak Pemdes Pucung bisa bertanggung jawab kepada para korban kecelakaan.

"Jangankan memberi ganti rugi, menjenguk para korbanpun tidak," ucapnya.

"Boleh bekerja, tapi jangan mengakibatkan kesusahan pada orang lain," pungkas Pujiono.

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Desa Pucung Khoirul Anam, maupun pemilik proyek galian C, Suradi belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. (J4ck/tim)

Editor :