suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ruwatan Agung Nuswantoro di Putuk Truno, GMBI Teguhkan Semangat Kebersamaan dan Kebangsaan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

GRESIK, (suara-publik.com) – Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya Nusantara mewarnai pelaksanaan Ruwatan Agung Nuswantoro yang digelar Keluarga Besar LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilter Jawa Timur di kawasan Air Terjun Putuk Truno, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/8/2026).

Kekhusyukan terasa kuat dalam prosesi ritual yang berlangsung tepat di bawah guyuran air terjun dan dikelilingi tebing alam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kirab Budaya dan Pentas Seni Daerah Jawa Timur yang diikuti jajaran pengurus serta anggota LSM GMBI dari berbagai wilayah.

Dalam suasana penuh khidmat, peserta yang mengenakan seragam khas hitam-kuning duduk bersila mengikuti jalannya prosesi. Di tengah aliran sungai, seorang pemangku adat mengenakan pakaian putih menjalankan ritual sambil mengangkat wayang kulit sebagai simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur sekaligus bentuk permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Deru air terjun yang mengiringi prosesi justru menambah kekhusyukan. Seluruh peserta mengikuti doa bersama dengan penuh keheningan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, kedamaian, serta keselamatan.

Ritual tersebut juga sarat simbol budaya dan kebangsaan. Wayang kulit, panji-panji organisasi, serta bendera Merah Putih yang ditempatkan di sekitar lokasi menjadi gambaran perpaduan antara kearifan lokal Jawa dengan semangat nasionalisme.

Ruwatan Agung Nuswantoro dimaknai sebagai simbol penyucian diri, tolak bala, sekaligus momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap bangsa. Tradisi tersebut tidak sekadar diposisikan sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai ruang refleksi agar masyarakat tetap menjaga nilai gotong royong, kerukunan, dan keharmonisan.

Prosesi doa dan pemantapan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi pembuka sebelum seluruh rangkaian acara dilanjutkan dengan Kirab Budaya dan Pentas Seni Daerah Jawa Timur hingga malam hari.

Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, M. Hudin, saat dikonfirmasi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan rasa persatuan dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat kebersamaan, melestarikan budaya, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi mampu menjadi pengingat bagi seluruh anggota dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, serta budaya Nusantara,” ujar M. Hudin.

Ia menegaskan, keberagaman budaya merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat bersama. Karena itu, kegiatan budaya diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat solidaritas masyarakat sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (74ck/Mar)

Editor :