suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Menteri Pariwisata Kunjungi Tarian Ritual Seblang

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Penari Seblang saat lakukan ritual.
Foto: Penari Seblang saat lakukan ritual.

Laporan : Mas Ari Hidayat

BANYUWANGI - suara-publik.com - Menghabiskan masa libur lebarannya di kampung halamannya Banyuwangi, Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri sejumlah tradisi dan budaya Banyuwangi saat Lebaran.

Setelah sehari sebelumnya datang di ritual Barong Ider Bumi, kini Menpar bersama keluarganya terlihat asyik menonton Seblang Olehsari di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Dalam liburannya, Arief nampak berbaur dengan warga di pinggir panggung bundar Seblang. Ia juga terlihat sabar menunggu momen di mana penari Seblang mengalami trance untuk selanjutnya melakukan ritual tahunan warga Desa Olehsari ini.

Dalam kesempatan itu, Menpar juga menyerahkan bantuan sound system kepada Ketua adat Olehsari dan memborong 100 Kembang Dermo yang diyakini bisa mendatangkan kemakmuran.

Menpar mengatakan, Seblang bisa menjadi trademark glain kesenian Banyuwangi selain Gandrung. Mengingat, budaya tari Seblang yang salah satunya, penarinya menggunakan mahkota dari untaian daun pisang dan aneka bunga, yang biasa disebut Omprok. "Kalau boleh saya katakan, ritual adat Seblang Olehsari ini merupakan salah satu trademarknya Banyuwangi yang akan selalu dinantikan setiap tahunnya.

Hari ini saya ke Olehsari khusus untuk mengikuti ritual ini dan menunjukkannya pada anak-anak saya," kata Arief.

Tradisi Seblang yang digelar setiap awal bulan Syawal ini, kata Arief, dapat dipercaya ‎bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk. Kali ini Seblang telah dimulai sejak hari ini, Seblang adalah ritual menari dalam kondisi trance (kerasukan).

Yang paling menarik, Penarinya harus gadis muda, karena seorang perempuan yang ditunjuk leluhur melalui mediasi makhluk halus. "Gadis yang telah yang telah ditunjuk ini akan menari-nari di pentas bundar mengikuti iringan musik tradisional Banyuwangi,"ungkapnya.

Menurutnya, Seblang akan menari dengan mata tertutup selama 7 hari berturut-turut, yang biasanya dimulai pukul 14.00 hingga menjelang Maghrib. Untuk tahun ini, sang penari Seblang adalah Susi Susanti (17) warga setempat. "Bocah tersebut melakoni peran Seblang selama dua tahun berturut-turut,"imbuhnya.

Ketua adat Desa Olehsari Ansori (52) mengatakan, Ritual Seblang diawali dengan selamatan di empat titik, dua di antaranya makam sesepuh desa setempat, Ki Buyut Ketut dan Ki Buyut Cili.

Ritual Puncak adalah menggiring penari ke arena Seblang, letaknya di pusat desa. Setelah sang pawang mempersembahkan sesaji, sang penari mulai kesurupan. Dengan alunan gamelan khas, penari menari berkeliling arena berbentuk bulat. Dua orang pengiring ikut mendampingi penari. Selama menari, puluhan gending khusus berbahasa Using dilantunkan oleh para ibu.

“Ini sudah tradisi turun-temurun. Konon sudah dimulai sejak tahun 1930-an,” kata Ansori. Ansori menjelaskan, Seblang berarti menghilangkan pengaruh buruk. Karena itu gaya tarian ini membuang tangan ke kanan atau ke kiri.

“Seblang ini kalau ikut bahasa Using singkatan dari Sebele Ilang (hilang sialnya-red). Jadi, biar semua hal yang tidak menyenangkan seperti penyakit dan bala-bala lain yang tidak menyenangkan ini hilang, dan berharap kemakmuran,” ujar Anshori.

Penari Seblang, kata Anshori harus turun temurun. Susi adalah generasi ke 29 dimana penarinya sama dengan tahun sebelumnya. Di akhir tarian nanti, Seblang akan membagikan bunga yang ditancapkan pada lidi yang biasa disebut dengan Kembang Dermo, yang konon bisa mendatangkan kemakmuran bagi yang memilikinya. Di hari terakhir, Seblang akan ditutup dengan prosesi Ider Bumi, bersih desa.

Editor :