GRESIK, (suara-publik.com) – Semangat kebersamaan dan kerukunan warga mewarnai pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi atau Ngeruwat Dusun di Dusun Wahas, Desa Wahas, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya Jawa warisan leluhur. Warga bersama panitia tampak kompak mengikuti kirab keliling kampung dengan membawa tumpeng serta mengenakan pakaian adat tradisional Jawa.
Baca juga: Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Dusun Njublangan Gelar Sedekah Bumi
Suasana semakin semarak ketika rombongan kirab menyusuri lingkungan dusun. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan.
Usai kirab keliling kampung, panitia melanjutkan kegiatan dengan membagikan berbagai hadiah menarik melalui undian kupon atau door prize. Warga terlihat antusias mengikuti pengundian yang telah dipersiapkan panitia.
Kemudian, kemeriahan Sedekah Bumi semakin terasa dengan pagelaran seni tradisional Ludruk Budhi Wijaya yang menghibur masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Balongpanggang Nur Salim, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kapolsek, Danramil Balongpanggang, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kepala Desa Wahas, H. Maskur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Dusun Wahas yang telah menunjukkan kekompakan serta kerukunan dalam menyelenggarakan tradisi Sedekah Bumi.
"Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga Dusun Wahas yang telah bergotong royong dan kompak menyelenggarakan selamatan atau Sedekah Bumi. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan," ungkap H. Maskur, Jum'at (30/10/2026).
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh masyarakat Desa Wahas, khususnya warga Dusun Wahas, senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, serta rezeki yang melimpah.
Sementara itu, Camat Balongpanggang, Nur Salim, memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat yang masih mempertahankan dan melestarikan tradisi budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
"Saya sangat mengapresiasi masyarakat Dusun Wahas yang tetap menjaga kerukunan, kekompakan, dan semangat gotong royong. Tradisi Sedekah Bumi ini merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai budaya dan kebersamaan yang harus terus dilestarikan," tutur Nur Salim.
Ia juga berharap tradisi tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memperkuat persatuan masyarakat serta menumbuhkan kepedulian sosial antarwarga.
"Semoga seluruh masyarakat Dusun Wahas senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dijauhkan dari segala musibah, serta mendapatkan keberkahan dalam kehidupan," pungkasnya.
Rangkaian kegiatan Sedekah Bumi ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar masyarakat Dusun Wahas senantiasa hidup tenteram, rukun, dan sejahtera.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya warisan leluhur tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi perekat persatuan dan kebersamaan warga. (Mar/74ck)
Editor : Redaksi