suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BELI BAHAN PELEDAK POTASSIUM CHLORATE KCLO3 UNTUK DIKIRIM KE SULAWESI, ABDUL HAMID DAN LUKMAN ARIFIN, DIANCAM HUKUMAN MAKSIMAL 20 TAHUN PENJARA

avatar suara-publik.com
Terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33),didampingi PH Victor Sinaga, dan ketua majelis hakim I.letut Suarta, agenda sidang saksi, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (06/09/2023), secara online
Terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33),didampingi PH Victor Sinaga, dan ketua majelis hakim I.letut Suarta, agenda sidang saksi, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, Rabu (06/09/2023), secara online
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana sebagai pemasok bahan peledak ke wilayah Sulawesi, jenis Potassium Chlorate,sebanyak 3 zak (per zak Rp.1,7 juta) yang digunakan untuk bom ikan, potassium dibeli dari CV.Pratama Agro, budidaya buah kelengkeng, milik Slamet Yulianto, melalui aplikasi Shopee, dibayar cara COD, dengan para Terdakwa
Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), warga Desa Kemoning,Tragah Bangkalan, bersama dengan Lukman Arifin (33), warga
Wonosari Wetan Baru 9/29, Surabaya, diruang Garuda 1 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim I Ketut Suarta, Rabu (06/09/2023).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki dan Ni Putu Parwati, dari Kejati Jatim, Menyatakan mereka Terdakwa Abdul Hamid bin Moh. Usir (36), dan Lukman Arifin (33), telah melakukan tindak pidana,
"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 1 ayat (1) 1 UU Drt No. 12 tahun 1951 tentang sajam, sempi dan bahan bahan peledak jo pasl 55 ayat (1) ke-1 KUHP." Atau,
"Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 46 Angka 34 UU RI No.6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Keja yang merubah pasal106 UU RI No.7 tahun 2014 tentang perdagangan jo pasal55 ayat (1) ke-1 KUHP."ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Jaksa Hadirkan Dua orang saksi dari CV.Pratama Agro, Slamet Yulianto, direktur dan Fradan karyawan. Slamet Yulianto sebagai wirausaha agrobisnis buah kelengkeng, dirumahnya Juanda Sedati Sidorjo, Penjualan pupuk dan bibit buah juga menjual Potassium chlorate (KCLO3),
"Kami usaha agrobisnis buah kelengkeng, yang menjual pupuk dan bibit buah, dan menjual juga Potassium chlorate karena buah kelengkeng ketergantungan dengan bahan tersebut, di 5 negara pakai itu semua, harus ada ijin Importir, ijin dari menteri perdagangan, kita lengkapi semua ijin- ijinnya." terang saksi.

"Saat itu terdakwa membeli Potassium katanya untuk Tambak udang, per zak nya saya jual Rp.1,250.000,- karena Setahu saya untuk campuran pupuk buah kelengkeng, waktu itu tanggal 12 juni, melalui WhatsApp, saya arahkan ke toko saya membeli melalui Shopee, saya beri nomer HP ponakan saya Fradan, pembelian pertama saya tahu, untuk pembelian ke 2 dan 3 saya tidak tahu, membeli langsung ke penanaman saya Fradan, ternyata saya dipanggil polisi, karena Potassium tersebut oleh terdakwa disalah gunakan dikirim ke Sulawesi," tambahnya.

"Beli berapa kali para terdakwa ini," tanya hakim.
" total semua 4 zak yang mulia," jelas saksi.
" ya, yang ketahuan 4 zak, yang tidak ketahuan berapa zak, apa ada yang beli juga selain terdakwa," tanya hakim.
" tidak ada yang mulia, kejadian baru kali ini," ucap saksi.

Saksi Fradan menerangkan, kalau para terdakwa membeli lewat toko, "saya dapat perintah dari om saya Slamet untuk menjualnya, harganya 1,250 juta per zak, dan dibayar melalui COD, saya cuma kirim sesuai pembelinya, dikirim daerah Waru Perintah om saya, yang menerima ya mereka," terang saksi Fradan.

Terhadap keterangan saksi, kedua terdakwa, yang didampingi Penasehat hukumnya Victor Sinaga, membenarkan semuanya, " benar yang mulia," katanya.
Sidang dilanjutkan Rabu 23/09/2023, dengan keterangan saksi lainnya.

Diketahui,hari Senin 11Juli 2023, petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mendapat informasi pemasok bahan peledak diwilayah Sulawesi yang digunakan untuk bom ikan, pengiriman dari Jawa Timur.

Dilakukan pendalaman pemasok Potassium chlorate,Rabu14 Juni 2023, jam 20.00 wib, melakukan pemeriksaan sebuah rumah di Karang Tembok 95, Kel. Pegirian Kec. Semampir Surabaya, menjadi tempat penyimpanan bahan peledak yang dikirim ke Sulawesi.

Petugas menemukan 2 karung masing-masing 25 Kg Potassium Chlorate milik terdakwa Abdul Hamid disimpan dilantai 2, rumah milik Moch, Anam Firdaus ( teman terdakwa) jalan Karang Tembok 95.

Potassium Chlorate yang dijual belikan Terdakwa Hamid ke Sulaiman di Sulawesi, dijadikan bahan peledak ikan.Barang didapatkan melalui terdakwa Lukman Hakim, dan Lukman membeli dari CV.Pratama Agro, milik Slamet Yulianto, melalui aplikasi shopee, dilakukan cara COD.

Abdul Hamid menyerahkan uang ke Lukman Rp.1,5 juta untuk membeli
Potassium Chlorate, melakukan kesepakatan harga ke Distributor Rp.1.250.000,- per karung.Sudah tiga kali pembelian.

Sebelumnya Abdul Hamid telah mengirim satu karung ke Sulaiman di Sulawesi, harga Rp.1,7 juta/ karung.Pembayaran transfer ke rekening BRI LINK an.Intan Fitria ( jasa pengiriman dan penerimaan uang) Rp.7,9 juta, pembelian 3 Zak ( 25 kg/zak) potassium chlorite, saat pengiriman 2 zak belum sempat keburu ditangkap polisi.

Posstasium chlorate masuk katagori bahan peledak jenis oksidator, jika bercampur salah satu bahan reduktor seperti gula,arang,aluminium powder dan belerang sifatnya berubah menjadi bahan peledak, terpicu jika diberi aksi panas, benturan, gesekan, tekanan dan percikan api akan menghasilkan ledakan dasyat.

Bahan peledak rendah sifatnya meledak mengakibatkan ikan dalam laut mati dan kerusakan ekosistem laut karena efek ledakan bersifat merusak.
Barang bukti yang diamankan saat penangkapan terhadap terdakwa,
2 karung Posstasium cholarate (KCLO3) seberat 50 kg,
1 unit motor Honda Supra X No.Pol L5457 YN,
1HP merk VIVO warna merah milik terdakwa Abdul Hamid
1Unit Kendaraan Roda 4 merk Ford Ranger No.Pol L8442 LN,
41 karung @25 Kg berisi Posstasium Cholarate,
1 bundel Akta Perseroan Kamanditer CV PRATAMA AGRO
nama pelaku usaha Slamet Yulianto.
1 HP merk VIVO warna Hitam, milik terdakwa Lukman Arifin.

Sesuai dengan BAP Laboratoris Krisminalistik Barang Bukti Bahan Peledak Berupa Bongkahan Warna Putih. Kesimpulan : Barang Bukti didapatkan adanya kandungan Kalium Klorat (KCIO3), senyawa Kalium Klorat (KCLO3) merupakan precursor bahan baku proses pembuatan bahan peledak jenis low explosive. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper