GRESIK, (suara-publik.com) – Sebanyak 500 siswa siswi UPT SDN se-Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, memadati lapangan Desa Sidoraharjo, Kecamatan Kedamean, Kamis (10/9/2026). Mereka mengikuti kegiatan Lomba Pramuka Tingkat II yang digelar sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, mental, serta keterampilan peserta didik melalui Gerakan Pramuka.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan semangat kebersamaan. Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, diawali dengan barisan peserta dan menyanyikan lagu wajib. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengasah keberanian, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama.
Pembinaan melalui kegiatan kepramukaan dinilai penting untuk membentuk karakter generasi muda sejak usia sekolah dasar. Tidak hanya berorientasi pada perlombaan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan pengalaman kepada siswa agar mampu menghadapi tantangan dengan mental yang kuat dan sikap bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sidoraharjo, Suwoto, selaku pembina adik-adik Pramuka, serta Camat Kedamean Irwanto.
Suwoto menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Pramuka yang diselenggarakan oleh panitia dan tim penyelenggara tingkat Kecamatan Kedamean. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai positif dalam membentuk karakter anak-anak sejak dini.
“Saya sangat mendukung kegiatan Pramuka ini. Semoga kegiatan ini dapat melatih dan mendidik mental anak-anak sehingga ke depan mereka menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara Indonesia,” ujar Suwoto.
Ia berharap kegiatan kepramukaan tidak berhenti sebatas agenda perlombaan, tetapi dapat menjadi sarana pembinaan berkelanjutan bagi peserta didik. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan kemandirian yang ditanamkan melalui Pramuka diharapkan mampu menjadi bekal para siswa dan siswi dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan melibatkan ratusan siswa siswi dari berbagai UPT SDN se-Kecamatan Kedamean, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan ruang praktik yang nyata, bukan sekadar pembelajaran di dalam kelas. (74ck/Mar)
Editor : Redaksi