suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Warga Resah, Limbah Pabrik Rumput Laut Timbul Bau Tak Sedap.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Akibat pencemaran limbah pabrik rumput laut, sungai Paraaman ini berbau amis, hingga meresahkan warga.
Akibat pencemaran limbah pabrik rumput laut, sungai Paraaman ini berbau amis, hingga meresahkan warga.

Dilaporkan oleh : Sutiyono

SITUBONDO,suara-publik.com - Air sungai di lingkungan Dam Paraaman, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo mengeluarkan bau tidak sedap alias bau amis. Warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut mengaku jika bau tersebut muncul setiap hari.

Rudal (49), salah satu warga mengatakan, waktu munculnya bau tidak menentu. Kadang pagi, siang hari, terkadang juga sore. “Seperti ini dari dulu. Baunya masih bau amis dan apek,” ujarnya. Menurutnya, bau tidak sedap muncul sekitar pukul 10.00. WIB. Bahkan baunya tidak terlalu amis dan apek seperti hari-hari sebelumnya.

“Tidak terlalu keras tadi. Kalau kemarin, sangat terasa sekali,” tambahnya.

Dia berharap, permasalahan bau yang diduga berasal dari limbah pabrik pengelolaan rumput laut di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji itu segera teratasi. "Apalagi kejadiannya sudah berlangsung cukup lama,"tegasnya.

Ia juga memperkirakan, sudah lebih enam bulan warga mengeluhkan bau amis dan apek air sungai di lingkungan Dam Paraaman, Kelurahan Dawuhan. Selain baunya terasa sangat menyengat ketika diikuti buih seperti limbah rumput laut.

Saat baunya keluar, dia mengaku, kepalanya terasa pusing. “Kadang membuat perut terasa mau muntah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Endang (26) warga yang lain. Dia mengatakan, saat bau tidak sedap muncul, warga sekitar sangat terganggu. "Atas dasar itu, kami sangat berharap agar segera ada penanganan dari pihak terkait,"ujar Endang.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan pencemaran lingkungan. Karena itu, seharusnya ada tindakan tegas dari pemerintah, dan pihak pabrik lebih memperhatikan lingkungan sekitar.

“Jangan buang limbah sembarangan kalau sekiranya berpotensi mencemarkan lingkungan,” katanya.

Sementara itu Yusron, pihak manajemen pabrik pengolahan rumput laut saat dikonfirmasi mengatakan, sudah melakukan upaya-upaya menghilangkan bau tidak sedap tersebut. “Kami sekarang sedang berupaya mengurangi residu bau dengan memberikan formula dan tawas,” terangnya.

Selain itu, pihak pabrik sedang merencanakan penambahan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Setelah ada penambahan, limbah yang dihasilkan tidak akan bau. “Ini masih kita koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup. dan pada intinya, kami terus cari solusi,” jelas Yusron.

Dia menambahkan, bau tidak sedap juga dipicu dari bahan baku rumput laut yang dikirim dari luar Kabupaten. Yusron mengaku, sering kali pabrik mendapatkan rumput laut yang tidak bersih. “Endapan lumpurnya masih belum terlalu bersih,” pungkasnya. (*)

Editor :

Ukw pjs