suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Para Tokoh Agama Kabupaten Blitar, Adakan Sholat di Makam Keluarga Imam Shobirin.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Blitar, suara-publik.com - Almarhum Imam Shobirin seperti diberitakan sebelum nya, adalah warga desa Karangsono yang meninggal dunia di Bekasi, almarhum adalah pekerja bangunan, karena saat meninggal almarhum belum disyariati menggugurkan kuwajiban sesama muslim hukum nya adalah fardhu Kifayah.

Wakil Syuriah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kabupaten Blitar mengatakan, sebagai sesama muslim kita berkwajiban untuk menggugurkan syariat itu, seperti diantaranya memandikan, mengkafani, mensholatkan Jenazah.

Kh.Azizi Abdulah selaku wakil Rois Syuriah pc NU Kabupaten Blitar, mengatakan fardhu kifayah yang bisa dilakukan adalah hanya Sholat Jenazah . " Ini kami lakukan sebagian dari syariat Islam Fardhu Kifayah, yaitu melakukan Sholat Jenazah di makam umum desa Karangsono".jelas nya.

Lanjut KH. Azizi menjelaskan, untuk memandikan jenazah sangat tidak mungkin dengan kondisi sekarang pasti jenazah sudah membusuk, paparnya.

Sementara itu H.Abdul Munib selaku ketua Pagar Nusa, usai acara silaturahmi di rumah keluarga almarhum di Dusun Sukorejo Desa Karangsono menyampaikan maksud kedatangan para tokoh NU ini atas nama pengurus cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Blitar.

Sebagai bentuk simpati kepada keluarga korban dan dukungan moril " Kepada segenap warga masarakat serta apresiasi kepada pemerintah Desa Karangsono.

Dengan adanya pandemik disease corona (covid -19, Desa Karangsono sebagai satu satu nya dan yang pertama ada rumah karantina mandiri," ungkap nya Kedatangan para tokoh NU Sabtu ( 18/04/2020} hadir langsung Rois Suriah PC.NU Kabupaten Blitar Kyai Ardani Kyai Haji Harun SyafI'i, Kyai Agus Muttaqin kemudian ketua tanfidziyah PC.NU Kyai H.Mas Dain Rifa'i .

Selain itu lanjut H.Abdul Munib silaturahmi ada dari ketua pengurus Majelis Wakil Cabang Kecamatan Kanigoro NU ranting Karangsono. Menurut kita ada beberapa kewajiban sesama muslim ketika meninggal ini belum terselesaikan pada almarhum Pak Imam Sobiri ini.

" Sehingga kita kaji kemudian kita harus melakukan takziah ini untuk menyempurnakan menggugurkan kewajiban kita yang hidup terhadap mayat untuk menghormati rakyat ini," pungkas Munib .(Herlina)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper