suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Salahi Bestek, Jalan Aspal Pasar Asem Simo

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

SURABAYA(suara-publik.com)-Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya, semakin berani menunjukkan ketidakmampuannya dalam bekerja. Kerusakan yang beruntun di beberapa titik pekerjaan, seperti di jalan aspal Pasar Asem Simo tak mampu diatasinya. Padahal anggaran yang digunakan untuk pelaksanaan jalan yang kembali rusak itu tidak kecil, dan hanya dikerjakan dengan alat pengaspalan seadanya.

 

Meski sering kali ditambal sulam, namun tak memiliki kekuatan dalam perkerasan jalan standar yang disyaratkan. Jalan tersebut kembali rusak parah, lendut dengan kontur jalan tak beraturan.

 

Bukannya mendapatkan hasil fisik kuat dan benar, justru sebaliknya, hanya menghamburkan anggaran negara yang dikeluarkan, karena setiap jangka waktu yang tak berjauhan, jalan tersebut dikerjakan kembali rusak, dan kembali diperbaiki.

 

Pantauan Suara Publik di lapangan, kondisi jalan yang telah ditambal sulam, selang beberapa waktu kemudian terjadi kerusakan kembali, tidak pernah membuat nyaman pengendara yang melintas jalan tersebut.

 

Pemeliharaan jalan yang terus menerus dilakukan pengerjaannya tak membuahkan hasil yang benar dan dapat berfungsi sebagai jalan aspal yang diharapkan.

 

Haryono  pemilik lapak yang berjualan tepat di jalan yang dimaksud, berkomentar kepada Suara Publik , “Jalan aspal disekitar sini gampang sekali rusak kembali. Padahal yang bekerja menggunakan cara kerja dengan bahan baku dan peralatan pekerjaan jalan, tapi mengapa baru beberapa waktu sudah rusak kembali, kok gampang sekali jalan aspalnya penyet sampai berlubang, sehingga pengendara harus berjalan pelan saat melintas jalan tersebut,” protesnya.

 

Haryono menduga, apa mungkin campuran batuan dan mutu campuran aspalnya yang dikurangi, sehingga seperti ini selalu hasil dari setiap perbaikannya,” tanyanya.

 

DPUBMP Pemkot Surabaya, terkesan lepas dari tanggung jawab. Justru sebaliknya, hanya bisa mengawasi pekerjaan jalan Simo Pasar Asem dengan SDM yang rendah.

 

Seperti sudah menjadi tradisi, Kepala Bidang (Kabid), Jalan dan Jembatan, terkait kerusakan berkala yang selalu terjadi, belum memberikan penjelasan kepada Suara Publik. (sw)

 

Editor :

Ukw pjs