suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Warga Binaan Lapas Bondowoso Tutup Ramadhan Dengan Khataman Al-Qur’an

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto : Warga Binaan Lapas Sedang Mengaji
Foto : Warga Binaan Lapas Sedang Mengaji

Laporan: Hery Masduki.
BONDOWOSO, (Suara Publik) – Ratusan warga binaan Lapas Bondowoso tutup ramadhan dengan kegiatan khatamkan Alquran. Dimulai sejak pukul 16:30 WIB, lantunan ayat suci alquran menggema di dalam Lapas KlasIIB Bondowoso.
          
Secara bergiliran masing masing warga binaan menyelesaikan bacaan surat ayat alquran. Sehingga nampak sekali diwajah mereka kecerian penuh semangat karena telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 3 kali  meskipun di dalam Lapas.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena masih diberikan kesempatan hidup untuk bertobat dalam menata kehidupan lebih baik lagi.  Disini saya banyak bertafakur dan mengkhatamkan alquran sebanyak 3 kali. " tutur salah satu warga binaan kasus  kriminal yg dipidana 3 Tahun.
        
Semantara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Bondowoso Ade Kusmanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program pembinaan mental spritual bagi warga binaan.
        
“Ini bagian dari kegiatan Lapas Bondowoso untuk membina warga, agar selalu tafakur dan menyesali perbuatannya dengan bertaubat,”kata Ade.   
 
Ade berharap, dengan semangat ramadhan untuk bertilawah Al-qur’an dan perayaan idul fitri 1438 akan membawa dampak positif bagi perubahan mental perilaku, sehingga setelah bebas nanti, dapat dijadikan pegangan hidup bagi warga binaan untuk tidak terjerumus melanggar hukum kembali.
    
"Saya berkeyakinan apabila Alquran dijadikan pedoman hidup bagi setiap orang, dalam hal ini warga binaan beragama islam, maka insyaa Allah hidupnya akan terjaga dari perbuatan keji dan munkar sehingga tidak gampang berbuat kriminal atau melanggar hukum apabila menghadapi permasalahan dalam hidupnya," kata Kalapas Klas II B Bondowoso.
    
Ade menambahkan,kegiatan ini dapat menjadi titik balik bagi para narapidana untuk menyesali dan menyadari kesalahannya, bersedia memperbaiki diri, serta berjanji untuk tidak mengulangi kembali tindak pidana yang pernah dilakukan.
       
"Tentu kita berharap, khataman al-qur’an dan perayaan idul fitri ini menjadikan kegiatan sebagai sarana introspeksi diri, serta momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selalu berdoa,”imbuhnya.
        
Akhir acara khataman ditutup dengan doa bersama serta buka puasa bersama warga binaan yang khatam alquran, selanjutnya dilaksanakan pemberian remisi terhadap ratusan narapidana.(her)

Editor :