suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Momen Ramadhan, Diskoperindag Bondowoso Gelar Pelatihan Pembuatan Aneka Kue.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Pelatihan pembuatan aneka kue yang digelar Diskoperindag Bondowoso.
Foto: Pelatihan pembuatan aneka kue yang digelar Diskoperindag Bondowoso.

Laporan Guido Saphan

BONDOWOSO, (suara-publik.com) - Datangnya bulan suci Ramadan 1440 H / 2019 M dimanfaatkan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso dengan menggelar pelatihan ketrampilan membuat aneka kue basah dan kering. Pelatihan yang berlangsung dua hari di aula dan dapur SMK Negeri 2, ini diikuti 50 ibu rumah tangga (IRT)  pelaku UMKM aneka kue dan roti di Bondowoso.  

Kepala Bidang Usaha Mikro Diskoperindag Bondowoso, Edy Soetrisno kemarin mengatakan, kegiatan pelatihan pembuatan aneka kue selama dua hari dengan narasumber berkompeten dibidangnya, ini tujuannya meningkatkan ekonomi pelaku UMKM aneka kue yang mayoritas IRT. ”Sampai saat ini pelaku UMKM aneka kue dan roti  memiliki potensi besar berkembang dan keunggulan di masing-masing daerah. Karena itu, pelaku UMKM ini harus dipacu keberadaaan dan keberlangsungannya agar mampu bertahan dan berkembang melalui pelatihan ketrampilan seperti ini,” katanya.  

Terlebih, dalam momen Ramadan 1440 H, menurut Edy Soetrisno, pelatihan pembuatan aneka kue sangat penting bagi pelaku UMKM. Karena, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan pelaku UMKM dalam membuat aneka kue basah dan kering yang sehat dan bergizi dengan variasi warna dan rasa yang mengundang banyak konsumen untuk membeli. ”Dengan begitu, ibu rumah tangga pelaku UMKM bisa menjual aneka kue dan roti selama Ramadan 1440 H dan bisa meningkatkan pemasukan,” terangnya.  

Selain itu, menurut Edi Soetrisno, melalui kegiatan pelatihan pembuatan aneka kue, ini ibu rumah tangga pelaku UMKM kue di Bondowoso yang memasarkan secara keliling, titip di toko kue dan kantin sekolah, berjualan dengan gerobak di pinggir jalan, dan yang dipesan diharapkan dapat berinovasi.  Sehingga, mereka dapat bersaing bertahan, dan berkembang mengikuti zaman. ”Dengan berinovasi, pelaku UMKM aneka kue di Bondowoso tidak hanya dapat mengembangkan usahanya, tapi juga berdampak pada peningkatan kebutuhan akan tenaga kerja karyawan,” ujarnya.  

Untuk itu, lanjut Edi Soetrisno, pelaku UMKM aneka kue harus mampu membuat olahan pangan kue dan roti yang memanjakan mata, selera dan keinginan konsumen untuk mencoba serta membeli. Sehingga, produk aneka kue pelaku UMKM Bondowoso dapat diterima semua kalangan masyarakat. ”Dan yang terpenting lagi, produk aneka kue buatan pelaku UMKM di Bondowoso tidak kalah bersaing dengan produk aneka kue kabupaten/kota lainnya,” pungkasnya.

Editor :

Ukw pjs