suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tertib Lalu Lintas Ditanamkan Sejak Dini, Ratusan Anak TK di Gresik Ikuti Lomba Edukatif

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy

GRESIK, (suara-publik.com) – Budaya tertib berlalu lintas tidak harus menunggu seseorang cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor. Kesadaran terhadap aturan dan keselamatan di jalan justru perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

Pesan tersebut diwujudkan melalui lomba tertib lalu lintas yang digelar di halaman MI Asmaiyah SD Putra Darul Islam Gresik, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-94 Yayasan Darul Islam Gresik.

Ratusan anak Taman Kanak-Kanak (TK) dari wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka diperkenalkan pada aturan lalu lintas melalui simulasi menggunakan sepeda kayuh, tanpa melibatkan kendaraan bermotor.

Dengan menaiki sepeda, para peserta belajar mengendalikan kendaraan, mulai dari memegang setang, mengayuh pedal, mengenali rambu-rambu hingga memahami pentingnya menaati aturan ketika berada di jalan.

Metode edukasi yang dikemas secara interaktif tersebut membuat materi keselamatan berlalu lintas lebih mudah dipahami anak-anak. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan disiplin berlalu lintas melalui simulasi yang sesuai dengan usia mereka.

Satlantas Polres Gresik melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) turut memberikan pendampingan. Kanit Kamsel Ipda Andreas Dwi Anggoro bersama jajaran terlibat langsung dalam proses penilaian sekaligus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para peserta.

Meski belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya, anak-anak tetap menjadi bagian dari pengguna jalan. Mereka setiap hari beraktivitas sebagai pejalan kaki, menyeberang jalan, maupun menjadi penumpang ketika bepergian bersama orang tua.

Karena itu, pengenalan rambu-rambu dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini dinilai penting untuk membentuk karakter disiplin, patuh aturan, dan bertanggung jawab. Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil diharapkan menjadi bekal ketika mereka kelak menjadi pengguna jalan dewasa.

Dari hasil penilaian dewan juri, Khadijah Hannah Azzahra berhasil meraih Juara 1, disusul Arhamul Kautsar Achmad sebagai Juara 2 dan Jojo Otoko Kristianto sebagai Juara 3.

Sementara kategori juara harapan diraih Muh. Rasya Shohibul Qur'an sebagai Harapan 1, M. Arsyad Al Juhanny Affandi sebagai Harapan 2, dan Khanzale Queensha Almahyra sebagai Harapan 3.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi lalu lintas yang diberikan dengan metode sederhana, kreatif, dan menyenangkan dapat menjadi investasi penting dalam membangun budaya keselamatan sejak generasi paling muda.

“Langkah kecil seperti mengayuh sepeda dan mematuhi rambu-rambu adalah awal untuk membentuk generasi yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas. Sebelum mahir mengendarai kendaraan bermotor, seseorang harus terlebih dahulu memahami bagaimana menjadi pengguna jalan yang santun dan menaati aturan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendidikan keselamatan berlalu lintas tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Pesan tersebut juga harus diteruskan di lingkungan keluarga, dengan orang tua menjadi contoh utama bagi anak dalam menerapkan disiplin dan etika ketika berada di jalan.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas bukan sekadar persoalan kemampuan mengendarai kendaraan, melainkan menyangkut kepatuhan, kedisiplinan, dan karakter.

Budaya tertib di jalan tidak lahir secara instan. Kebiasaan tersebut harus dibangun melalui edukasi dan keteladanan sejak dini. Dari sebuah sepeda kayuh dan rambu-rambu sederhana, diharapkan tumbuh generasi Gresik yang lebih sadar aturan, santun, dan mengutamakan keselamatan di jalan raya. (74ck)

Editor :